DISKUSI Lingkar Prestasi bersama Muhammad Fuad Izzatul Fikri. (Foto: istimewa)
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Perwujudan kreativitas generasi milenial pada dunia pendidikan dan sosial budaya menjadi sorotan publik akhir-akhir ini. Terlebih kemunculan revolusi industri 4.0 yang menuntut masyarakat agar lebih inovatif dalam menyikapi permasalahan yang ada.

Berkembangnya era disrupsi akan berpotensi menurunkan kualitas pendidikan dan sosial budaya di negeri ini. Maka dari itu peran generasi milenial sangat diperhitungkan dalam menentukan arah masa depan negeri ini.

Menyikapi hal tersebut, Komunitas Lingkar Prestasi (Lipres) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR menggelar forum diskusi terkait optimalisasi peran generasi milenial dalam revolusi industri 4.0. Kegiatan itu berlangsung pada Selasa (12/3/2019) di Student Center FIB UNAIR. Perlu diketahui bahwa komunitas Lipres mengadakan diskusi terkait isu terkini secara rutin pada setiap hari selasa pukul 16.00 WIB.

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut Muhammad Fuad Izzatulfikri, seorang Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UNAIR 2017. Fuad menjelaskan bahwa tantangan dunia pendidikan dan sosial budaya akhir-akhir ini semakin pelik.

“Generasi milenial merupakan nahkoda bangsa yang harus siap menghadapi terjangan arus akibat revolusi industri 4.0 serta siap berinovasi demi mewujudkan Indonesia emas,” tutur Fuad.

Forum diskusi ini bertujuan untuk menciptakan mahasiswa millenial yang kritis, kreatif dan siap untuk berperan di era revolusi industri 4.0. Sebab, jika ditelusuri lebih lanjut kualitas pendidikan dan sosial budaya kita semakin hari semakin menurun. Sehingga perlu adanya pencegahan dan optimalisasi peran mahasiswa milenial menuju masa depan yang lebih baik.

Lanjut Fuad, para kaum akademisi diharapkan dapat berperan dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Maka wajib hukumnya bagi pemuda untuk berada pada garda terdepan dalam menyikapi revolusi industri 4.0 dengan kreativitas yang mumpuni.

“Kreativitas dan kontribusi generasi milenial dalam dunia pendidikan dan sosial budaya menjadi hal yang sangat krusial atau penting. Sebab mereka adalah generasi yang akan mewarisi bangsa ini dengan mengoptimalkan peran pemuda demi kemajuan bangsa di era persaingan global yang semakin memanas,” tambahnya. (*)

Penulis: Muhammad Wildan Suyuti

Editor : Khefti Al Mawalia