Fildza Mahira (dua dari kanan) meraih medali perunggu di Kejuaraan Sebelas Maret Cup XI, 8-10 Maret 2019. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Menekuni karate sejak SMA, membuat mahasiswi Fakultas Hukum UNAIR 2017, Fildza Mahira, aktif mengikuti berbagai kompetisi karate nasional hingga internasional. Beberapa waktu lalu, dirinya sukses menyabet medali perunggu pada kelas Female Individual Kumite +68 Kg, di Kejuaraan Sebelas Maret (Semar) Cup XI. Lomba yang digelar pada 8 hingga 10 Maret di Sritex Arena, Solo, tersebut menjadi kompetisi karate pertama yang ia ikuti di tahun 2019.

Motivasi Fildza tak lain adalah keinginannya untuk terus berprestasi dan dapat membanggakan almamater. Dirinya mengaku, hal yang membuatnya tertarik untuk menggeluti karate adalah ayahnya yang juga menekuni karate. Selain itu, lanjutnya, karate merupakan bela diri yang unik dari sisi historis dan filosofis.

Sebelum siap berlaga, Fildza selalu mematangkan persiapan agar dirinya dapat tampil maksimal di arena pertandingan. Di antaranya adalah kesiapan dari segi fisik, teknik, dan mental.

“Ketiga hal tersebut harus dipersiapkan dengan baik agar tampil maksimal dalam pertandingan dan hasil mencapai target yang telah ditentukan,” sebutnya.

Untuk menghadapi pertandingan Semar Cup XI kemarin, Fildza dan kawan-kawannya telah berlatih sejak 5 Februari 2019. Selain giat berlatih, kiat lain yang selalu dirinya terapkan ialah bersikap percaya diri, berani, dan mendengarkan apa kata pelatih.

“Saya cukup bersyukur dengan hasil yang saya dapat, juga dengan hasil ini memotivasi saya untuk berlatih lebih keras lagi,” ungkapnya.

Lawan Tanding

Terdapat cerita menarik saat dirinya mengikuti ajang Semar Cup XI beberapa waktu lalu. Di mana lawan tandingnya pada babak semifinal merupakan teman sekelasnya dahulu.

“Lawan saya pada semifinal merupakan teman sekelas saya pada kelas hukum dagang yang sempat duduk di sebelah saya. Namanya Nikita, dia adalah mahasiswi Universitas Tadulako yang sementara berkuliah di Fakultas Hukum UNAIR, ketika ada bencana tsunami di Palu,” tutur gadis kelahiran Jakarta, 11 Mei 1999 tersebut.

“Saya terkejut ketika ia (Nikita, Red) masih ingat dan menegur saya,” imbuhnya.

Meski harus bertanding dengan temannya sendiri, Fildza berusaha tetap profesional. Keduanya bahkan sama-sama melaju ke babak final dan berhasil meraih medali kejuaraan. Fildza di posisi ketiga, sementara Nikita di posisi pertama.

Tak lupa, Fildza berpesan kepada mahasiswa lain untuk senantiasa memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya.

“Gunakanlah waktu sebaik mungkin, isi kegiatan dengan hal-hal yang bermanfaat, jadikanlah setiap peluang sebagai pintu untuk maju dan berprestasi,” ucap mahasiswi peraih medali emas di ajang International Shoto Karate-Do Championship, India tersebut. (*)

Penulis : Zanna Afia Deswari

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone