Mental Tangguh di Era Milenial dan Generasi Z

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Tampak sampul buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring. (Foto: Tunjung Senja Widuri)

Judul: Filosofi Teras

Penulis Henry Manampiring

Ilustrasi: Levina Lesmana

Terbit: Januari 2019 (Cetakan ketiga)

Tebal: 344 halaman

ISBN: 978-602-412-518-9

UNAIR NEWS – Saat ini problematika banyak orang ialah sering dihinggapi berbagai emosi negatif, seperti gangguan kecemasan, iri hati, mudah tersinggung, marah-marah, dan lain-lain. Padahal, emosi negatif dapat menyebabkan turunnya kesehatan mental. Apabila terus dibiarkan, hal tersebut akan menjauhkan seseorang dari kebahagiaan.

Buku Filosofi Teras bisa jadi jawaban atas semua kegalauan masyarakat era sekarang. Dalam buku ini, penulis membagikan pengalaman kepada pembaca dalam menemukan sebuah filosofi teras. Filosofi teras sendiri adalah filsafat asal Yunani-Romawi kuno. Filosofi teras memang tidak menjanjikan rahasia untuk menghilangkan kesulitan hidup, tetapi justru menawarkan cara untuk mengembangkan sikap mental yang lebih tangguh. Filosofi Teras membantu pembaca menemukan ketenangan dan kedamaian menghadapi terpaan hidup.

“Kebahagiaan sejati hanya bisa datang dari things we can control. Sebaliknya kita tidak bisa menggantungkan kebahagiaan sejati kepada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan”.

Pencapaian tertinggi dari filosofi teras ialah hidup bebas dari emosi negatif, hidup mengasah kebaikan (kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan menahan diri). Prinsip filosofi teras adalah menunjukkan kebijaksanaan universal karena filosofi teras merupakan aliran filsafat, bukan suatu kepercayaan (tidak bersifat dogmatis).

“Hidup selaras dengan alam artinya kita harus sebaik-baiknya menggunakan nalar, akal sehat, rasio. Karena itulah yang membedakan manusia dan binatang”.

Sebait kutipan dari filosofi teras tersebut mengajarkan kepada pembaca bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini saling terkait (interconnected), termasuk di dalamnya berupa peristiwa yang ada dalam hidup kita. Ketika hidup tidak menggunakan nalar, manusia akan rentan tidak bahagia.

Buku terbitan Kompas ini sangat direkomendasikan untuk semua kalangan, khususnya bagi generasi milenial dan generasi Z. Di setiap bab selalu ada selingan quote yang dijamin bakal memotivasi pembaca. Menariknya lagi, penulis juga memasukkan hasil wawancara yang ia lakukan dengan para rekannya (inspirator).

Sebagai contoh, Dr. Andri SpKJ FAPM yang bekerja sebagai dokter psikatri, Salsabeela seorang pengusaha media sosial, Cania Citta seorang editor Geolive dan Geotime. Masing-masing dari mereka akan ditanyai seputar masalah yang relevan dihadapi masyarakat saat ini. Kemudian mereka akan memberi penjelasan terkait pertanyaan tersebut. (*)

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Binti Q. Masruroh

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu