Kesan dan Pesan Menteri Kabinet Nyata Selama Mengabdi di BEM UNAIR 2018

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mengemban amanah sebagai menteri tentu merupakan hal yang besar. Tanpa menteri, presiden BEM belum tentu bisa menunaikan amanah dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Kabinet Nyata BEM KM UNAIR 2018 usai LPJ Publik. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mengemban amanah sebagai menteri tentu merupakan hal yang besar. Tanpa menteri, presiden BEM belum tentu bisa menunaikan amanah dengan baik dan penuh tanggung jawab. Untuk itu, berikut UNAIR NEWS rangkum pesan dan kesan beberapa menteri Kabinet Nyata setelah mengabdi selama satu periode kepengurusan.

Dani Gadang, Menteri Hubungan Luar (Hublu)

Dani Gadang atau yang biasa disapa Gadang menjabat sebagai menteri Hublu merupakan hal yang cukup menantang. Program kerja yang bekerjasama dengan pihak luar atau tamu dari luar membuat Gadang dan teman-teman harus bisa melayani mereka semua dengan baik tanpa merugikan salah satu pihak. Gadang sangat bersyukur karena pengalaman menjadi bagian dari hublu dia bisa belajar tentang public relation yang baik.

“Semoga hublu kedepannya lebih baik, progresif dan tetap menjadi kementerian yang dapat menjaga trust dari pihak luar,”  ucap Gadang.

Rosita, Menteri Penjamin Mutu Nyata (PNM)

Hal yang paling berkesan untuk Rosita adalah, dengan menjabat sebagai menteri dan menjadi bagian dari PNM membuat dirinya dapat bertemu dan bekerjasama dengan orang-orang yang terbaik dan mampu mendukung satu sama lain. Selain itu, Rosita juga bersyukur dirinya dapat bertemu dengan teman-teman yang mau membantu dan tidak sombong kepada orang baru.

“Semoga PNM dan BEM UNAIR menjadi lebih baik dan evaluasi yang dibukukan di LPJ publik tidak hanya dicatat tapi juga dapat diperbaiki. Untuk semua calon pengurus BEM UNAIR yang baru, tolong dijaga komitmennya dan jangan pernah lari dari tanggung jawab yang sudah kalian pegang,” ujar Rosita.

Vigo, Menteri PSDM

Ada rasa senang dan sedih yang Vigo rasakan selama menjabat sebagai menteri. Sedih, karena dia merasa seharusnya bisa bekerja lebih maksimal lagi dalam peningkatan kualitas SDM di Unair. Dan Senang, karena dapat memberi manfaat walaupun sedikit untuk Unair. Dengan pengalaman yang ada, membuat Vigo semakin termotivasi untuk berkembang dan berkontribusi lebih atas tanggung jawab sebagai mahasiswa dan generasi penerus bangsa.

“Terimakasih untuk semua keluarga saya di PSDM. Tetap jaga prinsip memayu hayuning bawono, memayu hayuning sasomo, memayu hayuning kulowargo dan memayu hayuning diri. Panjang umur perjuangan,ucap Vigo.

Hismoyo, Menteri Kominfo

Hismoyo merasa banyak mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru. Terlebih, dengan menjadi menteri dia bisa belajar untuk memimpin dan mengetahui progress di kominfo.

“Semoga kedepannya kominfo dapat merekatkan internal kominfo terlebih dahulu supaya dapat lebih terkoordinasi lagi,” ucap Hismoyo.

Bobby, Menteri Sosial dan Politik (Sospol)

Dengan menjadi menteri, Bobby merasa dapat mengaktualisasikan idealismenya dan merupakan langkah-langkah pembelajaran. Terlebih, sebagai mahasiswa jurusan ilmu politik, Bobby merasa kementerian sospol adalah ruang pembelajaran yang sesuai dengan disiplin ilmunya.  Selain itu, Bobby juga merasa senang karena dapat bekerjasama bersama orang-orang hebat. Permasalahan yang dihadapi juga semakin melatih mentalnya.

“Untuk BEM UNAIR selanjutnya dan seluruh mahasiswa, sebelum memulai pergerakan, sebaiknya kita sadar terlebih dahulu. Kita sebagian mahasiswa harus paham peran kita dengan sebaik dan seideal mungkin. Karena seperti kata Tan Malaka, kita harus bisa menjaga idealisme karena idealisme adalah kemenang terakhir yang dimiliki pemuda,” ujar Bobby.

Zuama, Menteri Pemberdayaan Perempuan

Zuama berharap setiap program yang dibuat oleh kementeriannya dapat memberikan dampak positif terhadap perempuan Airlangga khususnya dan masyarakat pada umumnya.

“Kita dianugerahi akal untuk berfikir, kita dianugerahi iman untuk bertuhan, dan jasad untuk berkarya. Berfikir, bertuhan dan berkarya,” ucap Zuama.

Satria Aji, Menteri Pengabdian Masyarakat

Meski menjabat sebagai menteri mengharuskan Aji mengorbankan beberapa mata kuliah, namun Aji tidak menyesal karena dia percaya firman Allah pada Q.S Muhammad ayat 7. Aji percaya bahwa Tuhan tahu hambanyak sedang menolong agamanya dengan cara berbagi kepada masyarakat dan akan membantu hambanyak yang sedang berjuang untuk kebaikan tersebut.

“Jangan bosen-bosen untuk menebar manfaat kepada orang lain,” ujar Aji.

Yuda, Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab)

Menjadi menteri merupakan pengalaman baru bagi Yuda. Banyak hal yang bisa dia pelajari dan dia dapatkan terkait SOP organisasi tingkat universitas. Yuda juga banyak belajar dan tahu tentang hal-hal terkait birokrasi tingkat universitas.

“Untuk kementerian Seskab, pemerataan pembagian tugas diantara dirjen administrasi dan dirjen kesekretariatan harapannya bisa seimbang. Yuda juga berharap aka nada biro sendiri yang mengurus sertifikat,” pesan Yuda.

Opik, Menteri Keuangan

Banyak ilmu yang dipelajari oleh Opik selama menjabat sebagai menteri. Terutama, dirinya bisa menjadi tahu bahwa keuangan dan akuntansi adalah ilmu yang mahal dan diperlukan di semua organisasi.

“Semoga semua ormawa di UNAIR semakin baik dalam pengelolaan keuangan dan penyajian pelaporan keuangan,” ucap Opik.

Jemmi, Menteri Pengembangan Profesi dan Kewirausahaan (PPK)

Jemmi sangat berterimakasih kepada presiden BEM dan Wakil Presiden BEM karena telah mempercayai dirinya untuk memegang amanah sebagai menteri. Jemmi berharap dengan berakhirnya kepengurusan ini seluruuh civitas akademika UNAIR dapat merasakan dampak yang besar dengan adanya kementerian PPK.

“Untuk siapapun nanti yang menggantikan posisi saya, saya berharap mereka dapat membawa nama PPK lebih baik lagi dari sekarang dan bahkan dapat membawa PPK ke arah yang positif untuk seluruh civitas,” ujar Jemmi.

Qibti, Menteri Internal Kampus (Inkam)

Dengan menjadi menteri inkam Qibti telah keluar dari zona nyamannya. Qibti juga berharap semoga inkam bisa merekatkan hubungan dengan fakultas dan member banyak manfaat kepada mahasiswa. Salah satunya adalah dengan semakin baik dalam memfasilitasi banding UKT.

Penulis : Galuh Mega Kurnia

Editor: Nuri Hermawan

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu