Penampilan Tari Tradisional Prameswara pada sebuah acara (Foto: Istimewa)
Penampilan Tari Tradisional Prameswara pada sebuah acara (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Adinda Pramesti Cahyani, Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, berbagi informasi ke UNAIR NEWS mengenai komunitas tari yang berasal dari FIB. Dirinya mengatakan, sejak tanggal 15 Desember 2015, berdiri komunitas tari tradisional dengan nama Prameswara.

Latar belakang pembentukan komunitas itu bukan tanpa sebab. Karena awalnya terdapat keinginan mahasiswa untuk menampilkan tarian kolosal di acara ulang tahun FIB. Setelah berhasil menampilkan tarian itu, ternyata banyak mahasiswa yang penasaran dan ingin belajar tentang taritradisional.

“Bahkan sejak itu pula, tercetus ide untuk terus latihan sampai dibentuklah komunitas tari tradisional Prameswara, ” ujarnya.

Lebih lanjut, Adinda mengatakan Prameswara adalah sebuah komunitas yang menjadi wadah mahasiswa UNAIR yang ingin belajar  budaya Indonesia terutama dalam bidang tari tradisional.

“Kami menerima mahasiswa yang belum bisa menari sama sekali pun juga dipersilahkan untuk bergabung, yang penting mereka mempunyai niat dan semangat kuat untuk belajar tari tradisional,” tutur Adinda.

Sementara itu, Yusriawati, mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris mengatakan, Prameswara telah tampildi acara Festival Budaya (Fesbud), Ngangsu Candra Kidung (NCK) Pakarsajen, Women Hero BEM UNAIR, dan NLSC BEM FH UNAIR.

“Kami rutin tampil di Fesbud dan NCK, dan kami juga pernah diundang di Women Hero BEM UNAIR tanggal 27 Oktober 2018 dan NLSC BEM FH tanggal 2 November 2018 sebagai pembuka acara,” ungkap mahasiswi asal Sidoarjo tersebut.

Tak berhenti disitu, Yusriawati bercakap jika Prameswara juga melebarkan sayap dengan tampil diluar kampus, seperti menjadi pengiring pernikahan, dan hiburan di beberapa acara pesta seperti tarian pembukaan.

Terakhir, Komunitas yang bergenre tarian Jawa Timur itu berharap agar kedepannya semakin banyak mahasiswa UNAIR yang sadar akan budaya tradisional Indonesia dan memiliki ketertarikan untuk melestarikannya.

“Dan kami sebagai komunitas tetap akan berjalan sebagai wadah untuk semua orang di UNAIR yang ingin berpartisipasi melestarikan tarian budaya nusantara,” pungkas Yusriawati di akhir wawancara.

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone