Ketua PPKK UNAIR Dr. Elly Munadziroh drg., MS., saat memberikan sambutan pembuka diskusi. (Foto: Nuri Hermawan)
Ketua PPKK UNAIR Dr. Elly Munadziroh drg., MS., saat memberikan sambutan pembuka diskusi. (Foto: Nuri Hermawan)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Alumni menjadi salah satu aset yang memiliki peran penting bagi sebuah lembaga ataupun institusi pendidikan tinggi. Peran itu, mulai dari mengembangkan kualitas pendidikan kampus, sarana dan prasarana kampus, hingga turut membantu meningkatkan kualitas lulusan. Untuk merespon hal tersebut, Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) Universitas Airlangga menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pemetaan Kebutuhan Soft Skills bagi Calon Lulusan UNAIR Menghadapi Era Industri 4.0”.

Bertempat di Graha STR Jakarta pada Sabtu (9/2), untuk mendiskusikan tema tersebut, PPKK UNAIR mengundang alumni yang berkiprah di dunia industri, pendidikan, BUMN, kesehatan, perbankan, pemerintahan dan berbagai alumni yang bergerak di bidang lainnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua PPKK UNAIR Dr. Elly Munadziroh drg., MS., mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk respon tentang data masa tunggu lulusan UNAIR untuk mendapat pekerjaan yang semakin panjang. Menurutnya, akhir-akhir ini masa tunggu lulusan UNAIR sudah mencapai empat hingga lima bulan.

“Padahal, dulu masa tunggu lulusan kita hanya berkisar diangka tiga bulan,” tandasnya. “Untuk itu, kami harap dengan adanya diskusi ini, nantinya bisa memberikan solusi agar masa tunggu lulusan kita bisa lebih cepat. Terlebih bagi lulusan dari program studi non profesi,” imbuhnya.

Menanggapi pernyataan itu,  Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA, DVM., mengatakan bahwa alumni memang memegang peran penting untuk turut membantu membangun kualitas almamater. Baik dari segi pengembangan kurikulum pendidikan maupun meningkatkan kualitas lulusan.

“Dengan diskusi ini, mari bersama-sama kita memperbaiki kualitas pendidikan dan kualitas lulusan alumni kita,” harapnya.

Dalam paparan sebelum diskusi, Prof. Bambang menegaskan bahwa dimanapun berada, lulusan UNAIR harus mampu menerapkan motto excellence with morality dan memiliki daya saing tinggi. Pasalnya, hal itu menjadi sebuah modal utama lulusan agar lebih siap saat terjun di dunia pekerjaan.

“Untuk itu, kami sangat menunggu peran alumni yang ada disini untuk memberikan masukan mengenai pola-pola seperti apa yang sekiranya bisa diterapkan di UNAIR,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone