FGD Alumni, Kampus Harus Mampu Kenali Kemampuan Calon Lulusan Saat Studi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Alumni Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR Laksma TNI drg. R.A. Nara Lelyana, M.Kes drg. Nora Lelyana, MH.Kes. saat, Memberikan Paparan. (Foto: Nuri Hermawan)
Alumni Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR Laksma TNI drg. R.A. Nara Lelyana, M.Kes drg. Nora Lelyana, MH.Kes. saat, Memberikan Paparan. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS – Guna meningkatkan kualitas lulusan Universitas Airlangga, terlebih dalam menghadapi era industri 4.0, Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) UNAIR menggelar Focus Group Discussion dengan beberapa alumni yang bergerak di berbagai bidang. FGD dengan tema “Pemetaan Kebutuhan Soft Skills bagi Calon Lulusan UNAIR Menghadapi Era Industri 4.0” berlangsung di Graha STR Jakarta pada Sabtu (9/2).

FGD yang dipandu langsung oleh alumni Fisika UNAIR Aris Winarno yang kini menjabat sebagai HR Director PT Philips Indonesia tersebut, dihadiri alumni yang berkecimpung mulai di bidang industri, kesehatan, pertambangan, perbankan, pemerintahan, militer, BUMN, hingga perusahaan start up. Dalam paparan pembuka diskusi, Aris sapaan akrabnya mengatakan bahwa pada awal penerimaan tenaga kerja baru, industrinya memang kerap dibingungkan mendapatkan kualitas lulusan perguruan tinggi yang memiliki kemampuan bagus.

“Untuk itu kami kerap mengambil lulusan terbaik di kampus-kampus sebelum mereka (lulusan, -red) diwisuda,” jelasnya.

Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Bambang Sektiari L (depan tengah) bersama para alumni seusai FGD. (Foto: Nuri Hermawan)
Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Bambang Sektiari L (depan tengah) bersama para alumni seusai FGD. (Foto: Nuri Hermawan)

Menyinggung mengenai calon lulusan yang berkualitas, Aris memaparkan bahwa lulusan yang berkualitas harus memiliki berbagai keahlian. Seperti kemampuan komunikasi, disiplin, memiliki jiwa pembelajar, bagus dalam kerja tim, kemampuan kepemimpinan, dan kemampuan dalam bernegoisasi.

“Untuk itu, dalam dikusi ini harus menghasilkan berbagai bahasan yang bisa menjadi dasar kebijakan dan strategi universitas dalam menyiapkan lulusan ke depannya,” ungkapnya.

Menanggapi pernyataan pembuka pemandu diskusi, Binafita Merianti alumni Fakultas Psikologi UNAIR yang bekerja di salah satu perusahaan properti ternama di Indonesia menuturkan, banyak kriteria yang berbeda dan beragam sangat dibutuhkan oleh dunia industri properti. Menurutnya, bekal lulusan yang memiliki energi, bisa mengerjakan banyak hal, dan memiliki inisiatif sangat dibutuhkan.

Dari bidang militer, alumni Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR Laksma TNI drg. Nora Lelyana, MH.Kes., memberikan paparan yang berbeda. Menurutnya, selama menjabat di dunia militer, awalnya, Nora sangat menyayangkan karena lulusan UNAIR yang sangat jarang. Hal itu bukan tanpa sebab, lanjutnya, hal itu mengingat keterlibatan alumni memang masih minim. Namun, usai Nora kerap menjalin komunikasi, dalam dua tahun terkahir lulusan UNAIR sudah mulai banyak.

“Yang lulusan cumlaude kami tarik kemarin waktu ada tes,” tandasnya. “ Mengenai skills, dalam dunia militer, mungkin berbeda dengan yang lainnya. Dalam militer tidak membutuhkan lulusan yang memiliki kepercayaan tinggi di awal, tapi di militer membutuhkan proses untuk dibentuk dan menjadi percaya diri sebagai tentara,” imbuhnya.

Selanjutnya, dari bidang kesehatan, alumni Fakultas Kedokteran UNAIR dr. Imran Pambudi, MPHM., menuturkan bahwa secara keseluruhan hal-hal yang diinginkan dunia kerja secara keseluruhan hampir sama dipaparkan oleh puluhan alumni yang hadir. Namun ada beberapa hal yang memang perlu diperhatikan. Jaringan dan selalu update dengan teknologi, misalnya.

Kepala Subdirektorat Tuberkolosis Kementerian Kesehatan RI tersebut juga menambahkan bahwa ada empat hal penting yang perlu diperhatikan setiap lulusan. Mulai dari sikap tahu tentang pelanggan, kemampuan komunikasi, sikap responsif dan tanggap, serta sensitifitas terhadap data.

“Namun, yang terpenting untuk menyiapkan hal itu, universitas harus mampu mengenali bakat lulusan dan menyadarkan bahwa lulusan ini pas jadi pegawai atau entrepeneur. Jadi mahasiswa sudah tahu arah bakatnya kemana dan setelah lulus bisa tahu akan dimana mereka berkarya,” jelasnya. “Untuk itu, sejak kuliah harus sudah disiapkan,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu