RUMAH Sakit Pendidikan Universitas Airlangga. (Foto: Istimewa)
RUMAH Sakit Pendidikan Universitas Airlangga. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang memiliki rumah sakit pendidikan, Universitas Airlangga mengemban tanggung jawab menjadi pusat riset dan pengabdian bidang kesehatan di Indonesia. Melalui Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), UNAIR terus mewujudkan beragam layanan. Baik untuk masyarakat umum, maupun akademisi dan peneliti bidang kesehatan.

Salah satu yang terbaru diwujudkan RSUA adalah program layanan medical check-up bagi mahasiswa program internasional. Khususnya bagi penerima beasiswa dan mahasiswa yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Ditemui UNAIR NEWS di tempat kerjanya beberapa waktu lalu, Kepala Marketing RSUA dr. Niken Sasadhara Sasmita menyampaikan bahwa layanan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan dan fasilitas bagi segenap mahasiswa UNAIR untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Berkaca pada tahun sebelumnya, lanjut dr Niken, persentase jumlah mahasiswa yang mengajukan layanan medical check-up terus meningkat. Termasuk di antaranya jumlah mahasiswa yang berasal dari UNAIR.

”Bukan hanya untuk mahasiswa Universitas Airlangga, juga untuk mahasiswa umum,” ujarnya.

”Namun, secara persentase, yang berasal dari UNAIR mencapai 60–70 persen,” imbuhnya.

Program bernama Airlangga Integrated MCU (Medical Check-Up) for Scholarship tersebut, lanjut dr Niken, menjadi respons atas peningkatan aktivitas keilmuan ke luar negeri UNAIR. Khususnya tingginya jumlah mahasiswa peminat daftar beasiswa ke luar negeri.

”Kegiatan student exchange, conferrence semakin diminati mahasiswa,” sebutnya.

”Karena itu, RSUA memfasilitasi hal itu (tingginya minat mahasiswa, Red) untuk memudahkan pemenuhan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi bagi mahasiswa yang terdaftar,” tambahnya.

KEPALA Marketing RSUA dr. Niken Sasadhara Sasmita. (Foto: Feri Fenoria)
KEPALA Marketing RSUA dr. Niken Sasadhara Sasmita. (Foto: Feri Fenoria)

Sejumlah negara di kawasan Asia dan Eropa menjadi langganan para mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa. Di kawasan Asia, ungkap dr Niken, yang sering adalah negara Jepang dan Korea. Tingkatannya pun juga mulai S1 sampai S3.

Menurut dr Niken, sejumlah keunggulan tersedia dalam layanan Airlangga Integrated MCU for Scholarship itu. Di antaranya, RSUA tergolong rumah sakit milik pemerintah, di bawah Kemristekdikti. Selain itu, layanannya terintegrasi dengan spesialis yang lain dan hasil check-up diterbitkan dengan dua bahasa.

”Penerbitan hasilnya juga lebih cepat. Yakni, H+1. Juga tersedia layanan untuk pemberian vaksinasi. Yakni, vaksin dewasa sebagai syarat untuk terbang ke negara-negara lain,” ujarnya.

Pada akhir, dr Niken berharap penluncuran program layanan Airlangga Integrated MCU for Scholarship tersebut mampu mendukung aktivitas pendidikan di kancah internasional UNAIR, juga mahasiswa pada umumnya. Terutama memfasilitasi kegiatan student exchange dan conferrence di luar negeri.

”Tepatnya dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang terintegrasi, mudah, cepat, dan murah,” pungkasnya. (*)

 

Penulis: Feri Fenoria

 

Ilustrasi: RSUA
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone