Rektor Kukuhkan 682 Mahasiswa Baru Pascasarjana Semester Genap Tahun Akademik 2018/2019

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana Prosesi Pengukuhan Mahasiswa Baru Pascasarjana di Aula Garuda Mukti. (Foto: Agus Irwanto)
Suasana Prosesi Pengukuhan Mahasiswa Baru Pascasarjana di Aula Garuda Mukti. (Foto: Agus Irwanto)

UNAIR NEWS – Prosesi pengukuhan menjadi momen penting bagi mahasiswa baru Universitas Airlangga. Pasalnya, hal itu menjadi salah satu awal dari mahasiswa baru untuk memulai aktivitas perkuliahan. Bertempat di Aula Garuda Mukti Kampus C UNAIR pada Kamis (7/2), Rektor UNAIR Prof. Nasih mengukuhkan 682 mahasiswa baru program pascasarjana.

Dihadapan para pimpinan dan mahasiswa baru yang hadir, Rektor UNAIR Prof. Nasih dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa baru yang usai dikukuhkan. Selain mengingatkan untuk banyak bersyukur, Prof. Nasih juga menegaskan bahwa dalam musim kampanye ini, mahasiswa diimbau untuk tidak menggunakan jaket alamamter untuk berkampanye.

“Jangan sampai, jaket almamater yang baru didapat itu digunakann untuk berkampanye. Hal ini mengingat karena UNAIR merupakan lembaga pendidikan tinggi yang harus netral dalam berpolitik,” ungkapnya.

Nilai excellence with morality, tambah Prof. Nasih, harus menjadi pedoman berperilaku dalam kehidupan mahasiswa. Bagi Prof. Nasih, mahasiswa UNAIR tidak hanya sekadar cerdas tapi harus berperilaku yang mencerminkan moral dan etika.

Selain itu, lanjutnya, UNAIR juga akan berkomitmen tinggi untuk berkontribusi dalam banyak hal dalam peningkatkan kesejahteraan dan membangun peradaban dunia.

“Untuk itu, seluruh mahasiwa baru, harus mendukung komitmen bersama ini,” jelasnya.

Mengenai prospek lulusan ke depan, Prof. Nasih menjelaskan bahwa lulusan yang berkualitas adalah lulusan yang bisa menyesuaikan dengan perkembangan zamannya dan bisa melaksanakan tuntutan zaman. Tidak hanya zaman sekarang, tapi tahun-tahun yang akan datang.

Disamping mengusai berbagai ilmu yang telah diberikan dosen dan ilmu yang didapat selama belajar di UNAIR, menurut Prof. Nasih, mahasiswa harus memiliki ilmu dan kemampuan-kemampuan yang lebih makro.

“Misalnya, mahasiswa magister akuntansi tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang akuntansi saja, tapi harus memiliki daya kritis untuk lebih mengembangkan keilmuan dalam menyelesaikan masalah yang terus dinamis,” ungkap Prof. Nasih.

Selanjutnya, Guru Besar FEB UNAIR itu juga menegaskan bahwa yang terpenting dari proses mencari ilmu di UNAIR adalah mampu menyelesaikan persoalan-persolan secara ilmiah, bisa bekerja dalam tim, dan mampu melakukan komunikasi baik secara lisan maupun tulisan.

“Ini yang nanti akan kami asah selama kalian belajar di UNAIR. Kemampuan-kemampuan ini nanti akan dapat diukur dalam menyelesaikan tugas akhir. Baik tesis maupun disertasi. Untuk itu, Bersiaplah untuk mengasah kemampun diri untuk menjadi bagian dari UNAIR dalam menjadi pelopor yang memberikan sumbangsih yang nyata bagi peradaban bangsa dan dunia,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNAIR juga memberikan berbagai beasiswa secara simbolik. Tercatat ada Beasiswa prestasi Universitas Airlangga, Beasiswa Airlangga Development Scolarship, Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang, dan Beasiswa LPDP. Dari 188 mahasiswa asing, ada 60 mahasiswa yang menerima beasiswa ADS.

Penulis: Nuri Hermawan

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu