Tim UNAIR berhasil mewakili Indonesia ke babak internasional dalam Philip C. Jessup Law Moot Court Competition 2019 di Washington DC. (Foto: Istimewa)
Tim UNAIR berhasil mewakili Indonesia ke babak internasional dalam Philip C. Jessup Law Moot Court Competition 2019 di Washington DC. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Civitas akademika Universitas Airlangga tidak henti melahirkan banyak prestasi. Baik prestasi tingkat nasional maupun internasional. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari tim Fakultas Hukum UNAIR di ajang Philip C. Jessup Law Moot Court Competition 2019.

Regine Wiranata, salah satu anggota tim mengatakan Jessup adalah lomba peradilan semu internasional terbesar di dunia. Kompetisi tahunan tersebut diikuti lebih dari 680 universitas dari seluruh dunia. Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa dituntut dapat menjadi pengacara bagi negara di hadapan Mahkamah Internasional, dan beradu argumen dengan lawan.

“Selain itu peserta juga harus menjawab pertanyaan dari hakim yang terdiri atas praktisi hukum terkemuka,” tambah mahasiswa Ilmu Hukum 2016.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh International Law Students’ Association (ILSA) itu terdiri atas dua tahap, yaitu National Rounds dan International Rounds. Tahap National Rounds Indonesia tahun ini dilaksanakan pada tanggal 2-3 Februari 2019 di Universitas Pelita Harapan, Tangerang. Dua tim terbaik dalam National Rounds berhak mewakili Indonesia ke International Rounds di Washington DC yang akan digelar pada tanggal 31 Maret hingga 6 April 2019.

“Di National Rounds ini ada 20 peserta dari Indonesia,” terangnya.

Regine menambahkan, delegasi UNAIR terdiri dari empat mahasiswa yaitu Regine Wiranata (2016), Thesalonica Shinta (2017), Megawati Widjaja (2016), Shofy Suma Nisrina (2016). Selain itu, ada anggota observer / trainer sejumlah 4 orang yaitu Jatmiko (2018), Yosua Iskandar (2018), Katrine Abidea Salim (2018), dan Samuel Triston (2018).

Dalam kompetisi itu, lanjut Regine, tim sempat mengganti salah satu argumen krusial semalam sebelum lomba. Tim merasa  takut tidak dapat menyampaikan argumen tersebut dengan baik, namun akhirnya diterima dengan baik oleh juri.

Bersiap ke babak internasional, tim FH UNAIR akan fokus latihan dengan mempelajari dan mengembangkan argumentasi yang sudah dibawakan pada ronde nasional. Di samping itu, guna kelancaran lomba, tim juga akan mencari dukungan finansial.

“Saya berharap kami dapat masuk ke 32 besar tim sedunia dan berkompetisi dengan baik dengan universitas-universitas terkemuka,” tutupnya.

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone