3 Mahasiswa Psikologi UNAIR Raih Best Presentation dan Best Idea di Seoul, Korea

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Rhajiv (kiri), Salma (tengah), dan Ida Ayu (kanan) setelah memenangkan predikat Best Presentation dan Best Idea (foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Berangkat dari ketidaksengajaan dan berujung berkah,  hal ini dialami oleh 3 mahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR. Pasalnya, Ida Ayu Radinia, Salma Ghina, dan Rhajiv Nur Ilham berhasil mengantongi 2 predikat juara sebagai Best Presentation dan Best Idea dalam acara yang diselenggarakan oleh AFSEC. Acara ini bertema edukasi, yakni International Academic and Innovation Exchange yang terselenggara selama 3 hari pada petengahan Januari 2019 di Seoul, Korea Selatan.

AFSEC merupakan lembaga konsultan pendidikan yang memberi bantuan kepada pelajar Internasional untuk menempuh pendidikan tinggi di Luar Negeri. AFSEC percaya bahwa pendidikan adalah hak fundamental, di mana setiap orang berhak menempuh pendidikan yang berkualitas.

Salma dan tim kemudian mempersiapkan paper untuk dikumpulkan kepada pihak panitia penyelenggara. Tema paper yang dirujuk kali ini ialah social enterprise.

Salma mengungkapkan, saat itu mereka sama-sama memutar otak untuk merencanakan fokus apa yang kiranya akan sesuai dengan tema tersebut. Walau penuh dengan tantangan, mereka percaya dengan usaha yang keras, semua akan membuahkan hasil. Kemudian setelah mereka mendapatkan ide, barulah mereka mulai mengerjakan paper dan membuat presentasi.

Selama di sana, lanjut Salma, banyak agenda yang harus mereka kunjungi diantara yaitu Seoul National University, Hyundai Motor Studio, Seoul National Museum, dan field trip analysis di Gyeoungbokgung Palace. Kegiatan inti pada acara ini yaitu simposium yang diselenggarakan di Seoul World Trade Center. Dalam simposium, Salma dan tim melakukan presentasi dan penilaian oleh para juri yang didatangkan langsung oleh pihak AFSEC.

“Selama di Seoul, kami ditemani oleh 2 Liaison Officer (LO) asal Indonesia. Adanya LO sangat mempermudah perjalanan kami selama disana. Kami memutuskan untuk extend 9 hari walau sebenarnya program dari ASPEC hanya 3 hari,” lanjut Salma.

International Academic and Innovation Exchange adalah ajang penyelenggaraan acara edukatif yang memberikan kesempatan kepada para generasi muda berkreasi dalam berinovasi,” papar Salma

Sedangkan Rhajiv mengungkapkan bahwa acara tersebut memberi output positif baginya.  Ia mengaku, punya arahan yang lebih jelas tentang apa yang akan Rhajiv lakukan di masa mendatang. Kesan positif juga dirasakan oleh Ida Ayu, menurutnya, event tersebut patut untuk diikuti. Selain belajar mengenai social enterprise, ia juga berkesempatan untuk menambah teman baru dan pengalaman baru selama di Seoul, Korea.

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu