Sejarah Wingko Babat “Loe Lan Ing”, Kudapan Legit Khas Lamongan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Resep Koki
Ilustrasi oleh Resep Koki

UNAIR NEWS Sepanjang jalan raya Lamongan dapat ditemui berbagai toko yang menjajakan oleh-oleh khas Lamongan, salah satunya adalah wingko. Sebuah kudapan legit berbentuk pipih dengan aroma harum, yang memadukan rasa manis dengan gurihnya kelapa.

Wingko merupakan makanan khas dari Babat Kabupaten Lamongan. Nama Babat sendiri diambil dari kecamatan Babat, tempat pertama kali wingko dibuat. Meski di daerah lain seperti kota Semarang mempunyai produksi wingko yang serupa, namun sebenarnya asal muasalnya dari Babat.

Ditemui pada Selasa (22/01), Ni Made Safira Maharani Putri Wijaya Mahasiswi Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga mengatakan, bahwa Loe Lan Ing adalah perusahaan wingko tertua dan terbesar di kecamatan Babat. Perusahaan itu  telah berproduksi sejak puluhan tahun yang lalu.

Mahasiswa yang kerap disapa Safira itu menambahkan, sejarah adanya wingko babat diperkirakan sudah ada sejak awal tahun 1900-an. Dimulai seseorang Tionghoa bernama Loe Soe Siang yang menjadi generasi pendiri wingko Babat.

“Anak yang pertama laki-laki bernama Loe Lan Ing, dan anak kedua adalah perempuan bernama Loe Lan Hwa. Loe Lan Ing menikah dengan Go Giaw Kien, pasangan ini sebagai generasi kedua yang meneruskan pembuatan wingko babat, dan mereka berdualah yang mendirikan pabrik wingko bernama Pabrik Loe Lan Ing,” terang mahasiswa asal Lamongan tersebut.

Lebih lanjut dia menuturkan, Loe Lan Ing dan Go Giaw Kien kemudian memiliki dua anak yaitu Go Kiok Nio dan Go Kok Hien. Mereka berdua adalah generasi ketiga yang meneruskan produksi wingko dari ayahnya Loe Lan Ing. Terakhir, Go Kiok Nio menikah dan memiliki putri yang bernama Ibu Kristina, dan akhirnya ibu Kristina memiliki suami yang bernama Supriyadi Gondokoesoema.

Wingko Babat Loe Lan Ing bisa disebut sebagai awal lahirnya wingko babat. Pada awalnya, wingko babat memiliki varian rasa original kelapa. Kemudian, Sekitar tahun 1980-an, wingko babat mulai mempunyai berbagai varian rasa seperti durian, coklat, nanas, keju, pisang, nangka, dan stroberi.

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu