Lebih Dekat dengan Pendidikan di Prodi Ekonomi Islam UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SEJUMLAH mahasiswa tengah mencari buku referensi di perpustakaan. (Foto: Istimewa)
SEJUMLAH mahasiswa tengah mencari buku referensi di perpustakaan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Setiap program studi (prodi) dalam lingkup pendidikan tinggi memiliki keseruan masing-masing. Kondisi itu jauh terkesan sangat berbeda saat para mahasiswa berada di SMA. Sebab, di kampus, keilmuan dan kajian akademisnya sangat spesifik dan detail. Lantas, bagaimana dengan prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga? Dalam kesempatan kali ini, tim UNAIR NEWS berhasil merangkum keseruan belajar di prodi ekonomi Islam dari paparan para dosennya. Simak ya, berikut informasinya.

Berdasar SK Rektor No. 935/J03/HK/2007, S1 ekonomi Islam menambah daftar prodi FEB yang keempat. S1 Ekonomi Islam bertujuan memenuhi kebutuhan sarjana dan sumber daya insani ekonomi Islam yang profesional dan berwawasan luas dalam bidang ekonomi, bisnis, dan keuangan Islam. Khususnya untuk mendukung pengembangan ekonomi Islam di Indonesia.

”Saat ini program studi S1 Ekonomi Islam mengembangkan Student Exchange berbasis pada sociopreneur dan riset. Jadi, kita mengirim mahasiswa yang berprestasi dalam bidang akademik maupun non-akademik atau English Class,” ungkap Noven Suprayogi selaku salah seorang dosen FEB UNAIR.

Bukan hanya itu, Noven mengutarakan bahwa mahasiswa bisa melakukan kolaborasi dengan join riset atau publikasi dengan dosen dan mahasiswa di FEB. Caranya, dengan membawa proposal yang dipresentasikan dan didampingi dosen UNAIR.

Student Exchange bisa menjadi pengganti KKN, sehingga bisa menjadi peluang untuk bisa menjadi berbagai model KKN (Kuliah Kerja Nyata, Red),” sebutnya.

”Perlu diketahui, jika menjadi mahasiswa prestasi akan mendapatkan reward berupa Student Exchange ke negara yang bekerja sama dengan S1 Ekonomi Islam UNAIR,” tambahnya.

Lantas, keseruan yang lain adalah berkesempatan mempelajari ekonomi konvensional dan syariah sekaligus. Hal itu bisa memberikan prespektif yang baru bagi mahasiswa mengenai sistem ekonomi Islam.

”Jika mau lolos di ekonomi Islam tidak berbeda dengan jurusan ekonomi lainnya. Yakni, memiliki kemampuan dalam matematika dan statistika. Jangan pernah menganggap jurusan ekonomi itu hafalan. Karena penuh dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif,” tegasnya.

Perlu diketahui, jurusan ekonomi Islam tidak selalu yang ahli agama. Karena itu, yang berasal dari SMA umum pun bisa mendaftar. Sebab, pada awal semester, akan diajarkan berbagai materi agama seperti, Fiqh Mualah.

“Kita bisa mengetahui kedudukan ekonomi Islam secara logika, bisa menjawab isu ekonomi, dan bisa berpikir kritis. Dan, kita bisa mendapatkan ilmu akhirat dan dunia sebagai bekal nanti,” ujar para pendapat mahasiswa ekonomi Islam 2017.

Noven berpesan, siswa-siswi SMA yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi harus memilih profesi apa yang akan ditekuni sebelum memilih prodi yang akan diambil. Lalu, carilah informasi mengenai profesi yang ingin ditekuni mengenai sejauh mana tingkat kebutuhan profesi tersebut di masyarakat. Sebab, di era digital saat ini, banyak profesi yang mulai menghilang.

”Carilah informasi juga mengenai PTN (perguruan tinggi negeri, Red) yang sesuai prodi Anda. Tak lupa mengetahui akreditasinya. Mari siapkan diri dan jangan patah semangat!” imbuhnya. (*)

 

Penulis: Rolista Dwi Oktavia

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu