Sesi tanya jawab yang dilakukan saat sosialisasi mengenai SNMPTN-SBMPTN 2019. (Foto: Agus Irwanto)
Sesi tanya jawab yang dilakukan saat sosialisasi mengenai SNMPTN-SBMPTN 2019. (Foto: Agus Irwanto)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga bersama Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Surabaya menggelar sosialisasi tata cara Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2019.

Bertempat di DBL Arena Surabaya, acara yang dilangsungkan pada Kamis (17/1) itu, dihadiri ratusan siswa-siswi, guru, dan orang tua siswa. Hadir pula berbagai stan perguruan tinggi swasta dari berbagai daerah di Surabaya dan Jawa Timur.

Mewakili Universitas Airlangga, Koordinator Pusat Informasi dan Keprotokoleran UNAIR Pulung Siswantara S.KM, M.KM., memaparkan berbagai hal seputar aturan baru SNMPTN dan SBMPTN 2019. Dihadapan ratusan peserta, Pulung sapaan akrabnya mengatakan bahwa tahun ini banyak aturan-aturan baru yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Bahkan, untuk pelaksana ujian tidak lagi diurus oleh panitia lokal, melainkan lembaga baru yang dibentuk pemerintah, yakni LTMPT,” jelasnya.

LTMPT atau Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi, menurutnya, menjadi lembaga resmi yang memiliki wewenang penuh mengenai suksesnya ujian, utamanya Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada SBMPTN 2019.

“Tahun ini semua wewenang ada pada LTMPT,” tandasnya.

Perihal perubahan aturan yang terjadi pada tahun 2019, dosen FKM UNAIR itu memaparkan bahwa pada tahun ini aturan yang sangat jelas berbeda pada tahun lalu adalah pelaksanaan SBMPTN yang semuanya dilaksanakan dengan sistem UTBK. Bahkan, imbuh Pulung, pada tahun ini ujian UTBK pada SBMPTN dilaksanakan selama dua belas kali.

“Dan dalam UTBK peserta diberikan kebebasan untuk mengikuti maksimal dua kali dalam waktu yang berbeda,” tuturnya.

Satu hal yang mendasar lagi, lanjut Pulung, jika tahun lalu peserta yang sudah dinyatakan lolos SNMPTN masih bisa mengikuti ujian SBMPTN, pada tahun ini hal itu tidak berlaku. Mengingat, tandas Pulung, data siswa atau peserta sudah terekap menjadi satu di LTMPT.

“Tahun ini yang sudah lolos di SNMPTN dapat dipastikan tidak bisa mengikuti SBMPTN,” pungkas Pulung.

Penulis: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone