dr. Imran Pambudi (tengah) usai melakukan pertemuan membahas Center of Excellence untuk Tuberkulosis di UNAIR. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR Siap Membentuk Center of Excellence untuk Tuberkulosis

UNAIR NEWS – Sebagai kampus yang memiliki keunggulan di bidang kesehatan, Universitas Airlangga kembali mendapatkan kepercayaan untuk berkontribusi dalam menangani berbagai permasalahan kesehatan di Indonesia. Kali ini, bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, UNAIR mendapat mandat membentuk Center of Execellence untuk Tuberkulosis.

Bertempat di Ruang 303 Kahuripan Kampus C UNAIR pada Jumat (11/1), rencana pembahasan Center of Excellence itu dihadiri oleh pihak dari Kementerian Kesehatan dan UNAIR. Usai pertemuan, dr. Imran Pambudi, MPHM., selaku Kepala Subdirektorat Tuberkolosis Kementerian Kesehatan RI mengatakan bahwa kerja sama ini didasari dari permasalahan dan angka Tuberkulosis (TB) di Indonesia yang sangat tinggi. Indonesia, jelasnya, menjadi negara ketiga dengan jumlah TB tertinggi di dunia.

“Ada sekitar 842.000 per tahun. Untuk itu, kerja sama ini menjadi salah satu upaya-upaya yang harus dilakukan untuk menurunkan angka TB di Indonesia,” ungkapnya.

Alumnus FK UNAIR itu juga memaparkan bahwa kasus TB juga  memberikan pengaruh ekonomi yang tinggi. Pasien TB yang menular, tandasnya, memiliki peluang kehilangan pekerjaan sebanyak 50%.

“Karena majikan tidak mau menggaji ataupun memperkerjakan orang dengan status pasien TB,” imbuhnya.

Mengenai alasan kerja sama dengan UNAIR,  dr. Imran menegaskan bahwa permasalahan TB tidak bisa diselesaikan dengan cara medis saja. Tapi perlu kolaborasi dengan pihak kampus yang memiliki beragam disiplin ilmu pengetahuan.

“Di UNAIR ini kan banyak bidang keilmuan. Jadi saya harap bisa untuk menjalankan kerja sama ini. Ke depan kami juga ingin UNAIR ini menjadi Center of Excellence untuk TB,” tandasnya.

Center of Excellence untuk TB nantinya, lanjut dr. Imran, bakal menjadi pusat pengembangan, pelatihan, dan menjadi pusat yang memberikan advokasi kepada pihak lain untuk penangan TB dengan baik. Selain itu, imbuhnya, Center of Excellence untuk TB ke depan bisa memberikan opsi kebijakan pemerintah untuk mengatasi permasalahan TB di Indonesia.

“Setidaknya, April tahun ini pusat ini bisa diluncurkan. Dengan harapan agar pihak kementerian bisa mendapatkan masukan dalam kebijakan. Dalam hal lain, kami ingin bahwa kontribusi UNAIR di level nasional bisa semakin kuat,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Dekan III FK UNAIR Prof Dr Ni Made Mertaniasih, dr., MS., Sp.MK(K)., pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa UNAIR sangat menyambut baik gagasan tersebut. Hal itu, imbuhnya, mengingat UNAIR memiliki banyak SDM yang berkualitas untuk menangani kasus TB yang cukup tinggi di Indonesia itu.

“Ke depan, dengan adanya Center of Excellence untuk TB ini bisa menjadi pusat yang memiliki rencana, target, dan berbagai luaran yang bisa berguna untuk kepentingan pemerintah dan tentunya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Penulis: Nuri Hermawan