PELEPASAN peserta KKN Tematik ke-59 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan-Banyuwangi (Foto: Erlin Qur’atul)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Mahasiswa peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Tematik ke-59 wilayah Banyuwangi resmi dilepas pada Jum’at (4/1) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Kabupaten Banyuwangi.

Prosesi pelepasan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi, Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Airlangga dan perwakilan Ikatan Alumni UNAIR, serta mahasiswa peserta KKN 59 yang terdiri dari beberapa fakultas di UNAIR Surabaya dan PSDKU UNAIR Banyuwangi.

Mahasiswa yang mengikuti prosesi pelepasan antara lain berasal dari fakultas sains dan teknologi, fakultas kedokteran hewan, fakultas kesehatan masyarakat, fakultas ekonomi dan bisnis, fakultas kedokteran gigi, fakultas kedokteran, dan fakultas ilmu budaya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, M.Com., selaku ketua LPM UNAIR berterimaksih kepada pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang telah menerima mahasiswa UNAIR dalam kegiatan KKN BBM Tematik ke-59 di Banyuwangi.

Ia mengimbau kepada mahasiswa untuk tetap menjunjung Excellence With Morality dalam KKN dengan menerapkan ilmunya, dan menjaga tata krama dan sopan santun. Serta, mahasiswa harus mampu untuk selalu beradaptasi dengan lingkungan sehingga diharapkan mahasiswa KKN bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Optimalisasikan berbagai fasilitas yang ada seperti Wifi 24 jam di balai desa, sehingga sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak bisa mengakses internet, melihat sudah memasuki era revolusi industri 4.0,” ujar Prof. Jusuf.

Sambutan yang disampaikan Prof. Jusuf tersebut ditekankan kepada mahasiswa PSDKU UNAIR Banyuwangi. Sebab, dalam visinya, PSDKU UNAIR di Banyuwangi bertekad untuk mengabdi kepada masyarakat Banyuwangi. Oleh karena itu, program KKN ini merupakan langkah untuk mensukseskan visi dari PSDKU UNAIR Banyuwangi.

Pelepasan KKN 59 juga turut dihadiri oleh ketua Bappeda kabupaten Banyuwangi Dr. Suyanto Waspotondo Wicaksono, M.Si., yang mewakili bupati Banyuwangi karena berhalangan hadir.

Dalam sambutanya, Suyanto menjelaskan bahwa mahasiswa bisa mengambil hikmah dari perkembangan kabupaten Banyuwangi. Salah satu contohnya yaitu mengurangi sifat ego. Dalam memajukan Banyuwangi, pemerintah berusaha mengurangi ego sektoral. Maka dari itu Banyuwangi yang dulu belum berkembang karena masih ada ego tiap sektoral, kini Banyuwangi dengan wajah baru telah mengevaluasi hal tersebut. Pemerintah Banyuwangi juga telah menemukan solusi dengan melakukan sinergi sektoral.

“Sebagai mahasiswa, kalian harus kenali potensi masing-masing, lakukan segala sesuatunya sesuai dengan potensimu, dan evaluasi dengan apa yang telah terjadi. Itu yang dilakukan Banyuwangi hingga menjadi seperti saat ini,” tutur Suyanto.

Selain itu, alumni UNAIR juga turut diundang untuk memberikan motivasi dan masukan kepada peserta KKN 59. Turut hadir dr. H. Taufiq Hidayat, SpAnd., M.Kes., selaku alumni UNAIR sekaligus Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, Kabupaten Banyuwangi.

Taufiq berpesan kepada mahasiswa peserta KKN 59 untuk selalu manjaga diri selama KKN, khususnya yang bertugas di Kecamatan Tegaldlimo. Sebab, di sana angka kejadian DBD masih tinggi. Ia juga meyakinkan kepada mahasiswa UNAIR bahwa ikatan alumni itu sangat penting. Sehingga mahasiswa harus pandai mencari relasi dan tidak sungkan untuk menghubungi jika membutuhkan bantuan.

“Jangan pernah minder menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Airlangga, karena di Banyuwangi ini Direktur RSUD Blambangan dan RSUD Genteng adalah lulusan UNAIR semua. Jadi manfaatkan jaringan itu untuk mengembangkan potensi diri,” pungkas Taufiq. (*)

Penulis : Bastian Ragas

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone