Hilmi Putra Pradana (kanan, jongkok) bersama tim B-STEAM (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu ajang kompetisi bergengsi tingkat mahasiswa yang diadakan oleh Kemeterian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti). Setiap tahunnya, terdapat ribuan proposal PKM yang diajukan ke Kemristekdikti. Ribuan proposal PKM tersebut nantinya akan diseleksi hingga akhirnya berhak mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Hilmi Putra Pradana atau yang biasa dipanggil Hilmi, salah satu anggota tim B-STEAM peraih medali emas pada PIMNAS 31 menjelaskan, salah satu parameter PKM dapat lolos di seleksi universitas adalah ide dan judul yang original. Sehingga, ketika di cek di internet tidak ada yang menyamai. Selain itu, adalah kesesuaian format proposal PKM yang diserahkan dengan pedoman PKM yang diberikan sebelumnya.

Apa yang perlu diperhatikan setelah lolos seleksi universitas?

Lolos seleksi universitas bukan berarti juga akan lolos didanai. Menurut Hilmi, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya adalah :

Pertama, pastikan bahwa format penulisan PKM sesuai dengan pedoman baru dari Kemenristekdikti. Hal tersebut sangat penting dan harus dilakukan agar kemungkinan lolos didanai semakin tinggi.

“Baca secara terperinci seperti apa format dan isi yang diminta oleh Kemenristekdikti melalui pedoman PKM,” ucap Hilmi.

Selanjutnya, sitasi atau daftar pustaka yang digunakan tidak melewati 5 tahun terakhir. Semakin banyak dan semakin baru daftar pustaka yang digunakan, semakin baik. Selain itu, proposal juga harus dapat menonjolkan keterbaruan, memiliki manfaat yang besar, dan urgensi masalah yang harus diselesaikan.

Terakhir, kalimat yang digunakan dalam proposal PKM harus mudah dipahami oleh pembaca. Sebab, pihak penyeleksi tentu akan menyeleksi banyak sekali proposal. Sehingga, kemudahan pemahaman tulisan akan membantu penyeleksi untuk memahami maksud dari proposal PKM tersebut.

Setelah didanai, lantas bagaimana?

Ketika proposal PKM yang diajukan lolos hingga tahap didanai, maka gerbang menuju PIMNAS akan terbuka sedikit lebih lebar. Untuk itu, tim perlu untuk melakukan yang terbaik agar dapat lolos PIMNAS.

Menurut Hilmi, salah satu yang perlu dilakukan oleh tim adalah taat admnistrasi. Seperti taat mengisi logbook harian serta mengerjakan laporan kemajuan dan laporan keuangan dengan rinci dan sebaik mungkin.

“Yang tim kami terapkan tahun lalu adalah hampir setiap kegiatan di logbook kami, selalu kami beri foto kegiatan,” terang Hilmi.

Selain itu, tim harus bisa saling bantu membantu, saling mengerti, sehingga penerapan PKM yang telah didanai dapat diselesaikan dengan baik. Tim juga perlu untuk terus menjaga komunikasi dan sering berkonsultasi dengan dosen pembimbing.

Setelah lolos PIMNAS, UNAIR akan bertanggung jawab penuh untuk melatih tim terpilih agar bisa mendapatkan prestasi yang terbaik. Sehingga, tim yang lolos PIMNAS harus berusaha untuk tetap kuat agar dapat mencapai hasil terbaik dengan berbagai revisi, kritik membangun, dan latihan yang terus menerus.

Kepada tim yang telah berhasil lolos seleksi internal UNAIR, Hilmi berpesan untuk mengerjakan proposal PKM dengan sepenuh hati dan tidak lupa untuk menikmati prosesnya. Lakukan yang terbaik yang tim bisa sampai ketika pengumuman lolos didanai, lolos PIMNAS, ataupun pengumuman juara. Dengan begitu, maka tidak akan ada penyesalan karena bagaimanapun hasilnya itu adalah dari usaha terbaik yang telah dilakukan.

“Sebab nikmatnya kemenangan akan terasa setelah letihnya berjuang,” pungkas Hilmi. (*)

Penulis : Galuh Mega Kurnia

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone