Ilustrasi oleh AUBMO PSDKU UNAIR Banyuwangi
Ilustrasi oleh AUBMO PSDKU UNAIR Banyuwangi
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Menjelang pergantian tahun, AUBMO PSDKU UNAIR Banyuwangi tampil dengan wajah-wajah baru pengurus periode 2018/2019. Menyongsong kabinet KITA siap memfasilitasi mahasiswa penerima bantuan Bidikmisi di UNAIR Banyuwangi selama setahun kedepan.

Shabrina Fauzia Prayoga, ketua AUBMO PSDKU UNAIR Banyuwangi periode 2018/2019 bersama wakilnya Achmad Arif Syarifudin mengusung nama kabinet KITA yang merupakan akronim dari (Komunikatif, Inovatit, Tanggap dan Aspiratif).

Sabrina, sapaan akrabnya, berharap kepengurusannya bersama 32 anggota lainnya mampu mewujudkan makna dari kabinet KITA. Alasan menggunakan nama kabinet KITA dikarenakan ingin nama kabinet yang sederhana dan mudah diingat tapi menyimpan nilai. Ia juga berharap dengan nama KITA ini, timbul rasa memiliki AUBMO dalam hati seluruh pengurus.

“Komunikatif harapannya mampu menjalin komunikasi yang baik antar mahasiswa Bidikmisi di Banyuwangi, juga dengan kemahasiswaan untuk berbagai keperluan, dengan ormawa lain di PSDKU serta organisasi bidikmisi universitas lainnya untuk memperluas relasi,” ujar Sabrina.

Inovatif maksudnya kreatif dalam menyusun dan menjalankan program kerja (proker red), artinya yang diadakan itu harapannya mampu dikemas beda dari proker-proker di periode sebelumnya.

“Ya intinya sesuatu inovatif, beda dari sebelumnya,” tegasnya.

Tanggap, jelasnya, tanggap dalam memfasilitasi pertanyaan dan kebutuhan mahasiswa Bidikmisi, utamanya dapat memberikan feedback secara efektif dan tepat sasaran dalam memberikan solusi.

Aspiratif, artinya mampu menampung aspirasi mahasiswa bidikmisi, kemudian menyalurkan aspirasi tersebut pada pimpinan maupun pihak kemahasiswaan, dan hasilnya harus diflorkan kembali pada mahasiswa bidikmisi sesuai kebutuhan.

“Kepengurusan organisasi AUBMO PSDKU UNAIR di Banyuwangi terdiri dari 5 kementerian yaitu kementerian Kewirausahaan, PSDM, Riskel, Kominfo, Pengmas,” tambahnya.

Sementara itu, Arif Syarifudin menambahkan, rencana ke depan, kami ingin keberadaan aubmo terasa lebih nyata, karena selama ini masih terkesan hanya dari mahasiswa bidikmisi saja yang mengetahui program kerja AUBMO, mungkin diluar mahasiswa bidikmisi ada yang belum tau AUBMO itu apa.

“Kami ingin meningkatkan eksistensi aubmo. Salah satunya melalui pembuatan mading, nantinya di mading ini selain untuk promosi proker yang akan datang, juga menampilkan dokumentasi proker yang sudah berjalan, mengenalkan seputar AUBMO, mewadahi karya mahasiwa Bidikmisi, serta mengapresiasi apabila ada mahasiswa Bidikmisi yang menorehkan prestasi,” tutur mahasiswa Aquakultur angkatan 2017 tersebut.

Jadi, imbuhnya, mahasiswa bidikmisi yang suka nulis dan bingung tulisannya mau kemanakan, bisa dikirimkan ke AUBMO untuk dipajang di mading tersebut.

Penulis: Siti Mufaidah

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone