2. PENYERAHAN secara simbolis bibit pohon oleh Dosen Fakultas Keperawatan UNAIR kepada perwakilan warga RT 03 Kendang Sari. (Foto: Istimewa)
PENYERAHAN secara simbolis bibit pohon oleh Dosen Fakultas Keperawatan UNAIR kepada perwakilan warga RT 03 Kendang Sari. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga angkatan 2015 mengajak masyarakat Kampung Pelangi Kendang Sari mengelola sampah melalui Bank Sampah. Ajakan tersebut diwujudkan mahasiswa FKp melalui kegiatan perkuliahan komunitas empat dengan mengangkat tema ”Pengolahan Sampah: Bank Sampah dan Penghijauan Lingkungan”.

Kegiatan yang menjadi bagian dari kuliah berbasis metode project based learning (PJBL) itu dilaksanakan oleh mahasiswa di Kendang Sari RT 3, RW 4, Surabaya. Tepatnya dilaksanakan selama dua kali, yaitu pada Minggu (9/12) dan Minggu (16/12).

Daerah tersebut merupakan wilayah binaan pengabdian masyarakat dosen Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas FKp UNAIR yang saat ini dijuluki ”Kampung Pelangi”. Pelaksanaan kegiatan itu didasari fakta permasalahan banyaknya sampah dan masih kurangnya penghijauan lingkungan di wilayah itu.

Karena itu, mahasiswa, dosen, dan masyarakat sekitar bersama-sama untuk mengubah Kampung Pelangi menjadi lebih indah. Daerah tersebut memiliki jumlah produksi sampah yang cukup besar dan belum diolah, baik itu sampah organik maupun anorganik.

”Kami bermitra dengan Bank Sampah Surabaya untuk melakukan pengolahan sampah. Serta melakukan penyuluhan pada Minggu 9 Desember 2018 kepada ibu-ibu PKK di Kendang Sari. Harapannya akan terbentuk kader-kader bank sampah,” jelas Eri Retno, mahasiswa FKp UNAIR.

Masyarakat juga diajari tentang pemanfaatan sampah organik, terutama limbah rumah tangga untuk dijadikan pupuk organik dengan menggunakan tong komposter. Di sisi lain, sampah organik dipilah kembali untuk dijual di bank sampah.

Cara tersebut sangat efektif untuk mengurangi volume sampah di kawasan tersebut. Ibu-ibu begitu antusias dengan acara itu. Terbukti banyak ibu yang bertanya saat materi penyuluhan tengah diberikan.

Pada hari berikutnya, Minggu (16/12), diadakan kegiatan penanaman tanaman yang bermitra dengan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Surabaya untuk mendapatkan tanaman hias, pupuk, serta tong komposter. Sebelum acara dimulai, dilakukan acara pemberian tanaman, kompos, dan tong komposter dari mahasiswa serta dosen kepada ketua RT 3 Kendang Sari secara simbolis. Berikutnya, digelar penanaman tumbuhan bersama dengan masyarakat sekitar.

”Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat serta Kampung Pelangi dapat benar-benar terwujud. Bukan hanya isinya yang berwarna-warni, tapi lingkungannya juga hijau dan terhindar dari permasalahan sampah,” pungkasnya. (*)

 

Penulis: Wiwik Yuni Eryanti Ningrum

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone