UNAIR Banyuwangi Kembali Resmikan Desa Mitra

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PEMOTONGAN pita peresmian desa mitra Tamansari oleh Kepala Desa Tamansari, Ketua KM PSDKU UNAIR Banyuwangi, Ketua HIMA tiap prodi, dan Ketua pelaksana Desa Mitra. (Foto: Tim PubDekDok Desa Mitra)

UNAIR NEWS – Meski telah dilaksanakan penandatangan kerjasama desa mitra antara PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi dengan desa Tamansari pada perayaan Dies Natalis UNAIR ke-64 di stadion Diponegoro-Banyuwangi (18/11), mahasiswa UNAIR Banyuwangi kembali resmikan desa mitra pada perayaan hari jadi desa Tamansari pada Minggu (16/12).

Dijelaskan oleh Nur Azizatul Ikrima, ketua pelaksana desa mitra sekaligus Kepala Departemen Sosmas KM PSDKU UNAIR Banyuwangi, peresmian desa mitra memang sengaja dilaksanakan 2 kali. Peresmian pertama dilaksanakan oleh sekretaris PSDKU UNAIR Banyuwangi, AA. Gde Agung Satria Utama, SE., M.Ak., CA. bersama kepala desa Tamansari, Rizal Sahputra, SP., dengan sasaran yaitu sivitas akademik UNAIR PSDKU Banyuwangi, karena pelaksanaannya disaat perayaan Dies Natalis UNAIR ke-64.

“Untuk peresmian kedua ini dilaksanakan langsung di desa Tamansari dengan sasaran masyarakat desa Tamansari secara langsung, karena memanfaatkan momen pada saat perayaan hari jadi desa Tamansari,” tutur Ikrima.

Selain untuk meresmikan bahwa desa Tamansari telah menjadi desa binaan PSDKU UNAIR Banyuwangi mulai tahun 2018, peresmian kedua tersebut juga bertujuan untuk merekatkan diri dengan masyarakat desa Tamansari.

Walaupun sebelumnya hubungan antara pihak kampus dengan pihak desa masih baik-baik saja, pihak kampus tetap ingin mempertahankan apa yang telah mereka raih, yaitu kepecayaan masyarakat desa Tamansari.

Ikrima menambahkan, masyakarat desa Tamansari sudah tidak asing dengan wajah-wajah sivitas akademik UNAIR Banyuwangi. Penyebabnya tidak salah lagi karena seringnya diadakan kegiatan pengabdian masyarakat di desa tersebut. Selain itu, tim khusus pengelola desa binaan juga sangat sering mengunjungi desa Tamansari.

“Dari panitia desa binaan memiliki tim khusus untuk analisis permasalahan dan potensi yang ada di desa Tamansari, dan tim ini terdiri dari beberapa pengurus himpunan mahasiswa tiap program studi, terutama dari departemen pengmas. Dan tim ini yang sering bolak-balik desa Tamansari untuk mengumpulkan data, berdiskusi, dan menganalisis masalah yang ada di Desa Tamansari,” imbuhnya.

Kegiatan peresmian kedua yang dilaksanakan di depan balai desa Tamansari tersebut diisi dengan kegiatan peresmian desa mitra oleh ketua KM PSDKU UNAIR Banyuwangi, ketua HIMA tiap prodi, dan kepala desa Tamansari. Selain itu, juga dilaksanakan demo oleh mahasiswa tentang mengolah sayur dan buah.

“Demo tentang mengolah sayur dan buah yang baik itu kami pilih karena kami menemukan satu masalah di desa Tamansari ini, yaitu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang masih rendah, dan salah satu indikatornya yaitu makanan bergizi. Maka dari itu kami adakan demo,” jelasnya.

Ikrima juga menerangkan, meskipun acara peresmian kedua terlihat sederhana, yang terpenting mahasiswa bisa lebih mendekatkan diri dengan masyarakat desa Tamansari untuk membangun chemistry.

“Saya berharap semoga hubungan antara pihak kampus dengan desa Tamansari selalu baik, dan semoga Sosmas KM 2019 mampu berinovasi lebih kreatif untuk desa Tamansari, terutama dalam mengimpementasikan ke empat bidang studi yang ada di UNAIR PSDKU Banyuwangi,” pungkasnya. (*)

Penulis : Bastian Ragas

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu