ALEXANDER Patera Nugraha, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga angkatan 2014 yang berhasil menghasilkan tujuh publikasi jurnal internasional bereputasi dalam kurun waktu setahun. (Foto: Istimewa)
ALEXANDER Patera Nugraha, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga angkatan 2014 yang berhasil menghasilkan tujuh publikasi jurnal internasional bereputasi dalam kurun waktu setahun. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Usia yang masih cukup belia tidak menghalangi Alexander Patera Nugraha untuk berprestasi. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga angkatan 2014 tersebut berhasil menghasilkan tujuh publikasi jurnal internasional bereputasi dalam kurun waktu setahun.

Sandro –sapaan akrabnya– merupakan salah satu peserta Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) batch III tahun 2017 Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti. Selain tujuh publikasi jurnal internasional, Sandro saat ini tengah menunggu dua jurnal lainnya untuk segera terbit. Beserta rekannya, Sandro berhasil menyumbang publikasi ilmiah Indonesia sehingga melampaui jumlah dari publikasi ilmiah Thailand dan Singapura yang belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia.

Ke depan, ”Arek Suroboyo” itu mengaku ingin menjadi akademisi yang mengabdikan diri sepenuhnya pada pengembangan ilmu pengetahuan. Dia menyimpan mimpi untuk turut bersumbangsih langsung dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

”Saya ingin apa yang saya miliki dan saya ketahui bisa dirasakan oleh semua orang,” tuturnya.

Beserta Prof. Fedik Abdul Rantam, guru besar UNAIR sekaligus promotor PMDSU, Sandro kini tumbuh menjadi ilmuwan muda Indonesia. Sandro mengaku terus dididik oleh Prof. Fedik untuk menjadi ilmuwan dan akademisi yang berintegritas dan penuh dedikasi terhadap ilmu serta pendidikan tinggi.

Saat ini Sandro tengah fokus menciptakan formula sel punca atau stem cell untuk perawatan gigi dan mulut. Sel tersebut memiliki sifat multipotent yang dapat berdiferensiasi menjadi berbagai macam sel garis keturunan mesenkim. Formulasi tersebut berfungsi untuk meregenerasi jaringan yang dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit. Sel tersebut juga dapat mensekresikan berbagai sekretom molekul besar maupun kecil.

”Sel ini juga menjadi faktor pertumbuhan yang sangat baik untuk regenerasi jaringan yang rusak,” tambahnya.

Di usianya yang masih menginjak 25 tahun, semangat meneliti terus membara di dalam jiwanya. Sandro selalu optimistis, berani menerima tantangan, serta selalu ingin menjawab rasa penasaran.

”Bila kita tidak segera menyiapkan generasi berkualitas yang memiliki rasa optimis, bagaimana mungkin pendidikan kelak dapat memberikan harapan,” tuturnya. (*)

 

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone