KETUA Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR Dr. Suko Widodo (tengah) dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen. Pol. Drs. Lucky Hermawan saat berbincang dengan salah seorang peserta Dialog Kebangsaan Peran Generasi Milenial Dalam Menjaga dan Merawat NKRI pada Kamis (13/12) di Aula Mahameru Mapolda Jatim. (Foto: Agus Irwanto)
KETUA Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR Dr. Suko Widodo (tengah) dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen. Pol. Drs. Lucky Hermawan saat berbincang dengan salah seorang peserta Dialog Kebangsaan Peran Generasi Milenial Dalam Menjaga dan Merawat NKRI pada Kamis (13/12) di Aula Mahameru Mapolda Jatim. (Foto: Agus Irwanto)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga melalui Pusat Informasi dan Humas bekerja sama dengan Humas Polda (Kepolisian Daerah) Jawa Timur mengajak anggota OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) se-Jawa Timur turut menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan melawan hoax (berita bohong). Imbauan dan komitmen tersebut disuarakan dalam dalam kegiatan bertajuk Dialog Kebangsaan Peran Generasi Milenial Dalam Menjaga dan Merawat NKRI pada Kamis (13/12) di Aula Mahameru Mapolda Jatim.

Hadir dalam dialog kebangsaan tersebut pengurus OSIS SMA dan SMK dari 17 kota serta kabupaten se-Jawa Timur. Mulai Surabaya, Pasuruan, Madiun, Nganjuk, Kediri, sampai Probolinggo. Total peserta yang hadir mencapai 650 siswa-siswi.

Kegiatan berbalut pameran aktivitas kepolisian itu dipandu langsung oleh Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR Dr. Suko Widodo. Sebelum kegiatan dimulai, di luar ruangan, terdapat pameran dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam), Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam), polisi air (polair), Korps Lalu Lintas (Korlantas), dan Korps Brigade Mobil (Brimob).

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen. Pol. Drs. Lucky Hermawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki potensi yang besar terkait generasi muda usia SMA. Tepatnya saat ini, mereka tergolong dalam kategori generasi millennial.

”Yakni, generasi yang lahir pada kondisi sosial yang sudah sangat dekat dengan teknologi informasi. Saya mengakui bahwa kalian pasti lebih pandai menggunakan teknologi daripada saya. Banyak foto yang menjadi lebih bagus, cantik dan ganteng karena adanya sebuah aplikasi khusus,” ungkapnya.

Karena itu, Lucky mengimbau para generasi milenial, tepatnya remaja-remaja usia SMA, aktif pula dalam dunia nyata. Artinya, meski sangat dekat dengan interaksi dan komunikasi berbasis digital melalui media sosial, mereka tetap diharapkan memiliki sikap kepekaan terhadap lingkungan dan bangsa Indonesia. Khususnya menjaga keutuhan NKRI melalui perlawanan terhadap hoax.

”Persebaran informasi yang cepat di dalam media sosial membutuhkan verifikasi dan pengecekkan. Itulah yang perlu dilakukan para generasi muda. Tidak termakan isu tertentu,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr Suko dalam dialog kebangsaan tersebut mengundang sejumlah siswa perwakilan dari 17 kota dan kabupaten yang hadir untuk mengemukakan pendapatnya terkait dengan wujud cinta mereka terhadap NKRI. Ada yang mengungkapkan bahwa kecintaan remaja terhadap bangsa bisa diwujudkan dalam bentuk kedisiplinan dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Selain itu, ada pendapat yang lain bahwa kecintaan itu dapat diwujudkan dalam bentuk toleransi dan menghargai perbedaan dalam lingkup terdekat karena bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragam.

Pada akhir dialog, Seno Bagaskoro, salah seorang siswa SMAN 5 Surabaya, yang mewakili peserta mengajak segenap remaja untuk merealisasikan kecintaan terhadap bangsa secara nyata. Bukan hanya sekadar pada slogan-slogan cinta Indonesia.

”Banyak di antara kita belum begitu tahu secara jelas bagaimana mengekspresikan kecintaan kita terhadap bangsa Indoensia. Berteriak saja tidak cukup,” ungkapnya.

”Inilah saatnya kita mewujudkan kecintaan itu melalui keaktifan kita bersama dengan polisi, menjadi mitra polisi, menangkal isu-isu yang dapat merongrong keutuhan NKRI. Karena, kitalah, saya dan teman-teman yang lain, yang dekat dengan media sosial. Itulah yang bisa kita lakukan,” imbuhnya disambut tepuk tangan yang meriah dari para peserta yang lain.

SESI foto bersama peserta Dialog Kebangsaan Peran Generasi Milenial Dalam Menjaga dan Merawat NKRI bersama jajaran pimpinan Polda Jatim pada Kamis (13/12) di Halaman Mapolda Jatim. (Foto: Agus Irwanto)
SESI foto bersama peserta Dialog Kebangsaan Peran Generasi Milenial Dalam Menjaga dan Merawat NKRI bersama jajaran pimpinan Polda Jatim pada Kamis (13/12) di Halaman Mapolda Jatim. (Foto: Agus Irwanto)

Mengakhiri komitmen itu, Dr Suko mengajak sekaligus mengimbau para remaja untuk aktif bermedia sosial secara sehat dan positif. Khususnya sebagai bentuk kecintaan, kebanggan, dan turut menjaga NKRI. Sebab, para remaja begitu dekat dengan media sosial. Menjelang tahun politik, begitu banyak beredar postingan yang kurang konstruktif seperti SARA, intoleran, dan hoax. Karena itu, para remaja, terutama pengurus OSIS, dapat menjadi agen di lingkungan terdekat dalam menangkal berita bohong dan ujaran kebencian itu.

Perlu diketahui, pada akhir dialog, turut digelar deklarasi Ikrar Cinta Bangsa oleh para pengurus OSIS yang hadir. Di antaranya berisi soal komitmen para anak muda  Jawa Timur menjaga persaudaraan. Juga berpegang teguh pada ideologi Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. Khususnya komitmen menjaga keutuhan NKRI. (*)

 

Penulis: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone