RS UNAIR Ajak Masyarakat Dukung ODHA

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto Bersama: Usai RS UNAIR menggelar seminar bertema “Berani dan Sehat Menghadapi HIV/AIDS” di Aula Dharmawangsa Lantai 8 RS UNAIR pada Rabu (12/12). (Foto: Tunjung Senja Widuri)

UNAIR NEWS – Bila mendengar kata Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), tentu tidak lepas dari stigma negatif masyarakat yang mendoktrin bahwa itu adalah penyakit aib. Belakangan ini, masalah HIV/AIDS tidak melulu persoalan medis namun juga masalah sosial. Tidak ada dukungan untuk penderita, respon masyarakat cenderung mengucilkan dan mencaci ODHA.

Karena tekanan sosial itulah banyak penderita terkesan menyembunyikan penyakit yang selama ini menyerang tubuhnya. Sedikit sekali pasien HIV/AIDS yang berani berterus terang.

Dilatar belakangi oleh permasalahan tersebut, juga bertepatan dengan peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember, RS UNAIR menggelar seminar bertema “Berani dan Sehat Menghadapi HIV/AIDS”. Seminar dilaksanakan di Aula Dharmawangsa Lantai 8 RS UNAIR pada Rabu (12/12).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp. PD, K-PTI FINASIM selaku Direktur RS UNAIR menuturkan bahwa penderita HIV/AIDS tidak perlu gusar apalagi takut mendapat diskriminasi. Seseorang yang berisiko terinfeksi HIV/AIDS harus berani memeriksakan diri. Apalagi bagi penderita HIV/AIDS disarankan taat melakukan pengobatan.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Arumi Bachsin, istri Emil Elestianto Dardak (mantan Bupati Trenggalek, Wakil Gubernur Jatim terpilih tahun 2019) menuturkan bahwa jumlah penderita HIV/AIDS di Trenggalek menduduki peringkat 3 di Jawa Timur. Namun, akibat budaya timur yang sulit menerima sesuatu berbau seksualitas, banyak masyarakat yang enggan memeriksakan diri ke dokter.

“Saya sangat mengapresiasi seminar HIV/AIDS ini karena bisa membuka pikiran masyarakat tentang persepsi negatif HIV/AIDS yang tidak semuanya benar,” lanjutnya.

Di sela-sela acara dilakukan penandatangan kerjasama antar RS UNAIR dan PT. Nusantara Medika Utama. Sebagai mitra kerja, PT Nusantara Medika nantinya bakal memberi pelayanan kesehatan secara profesional.

Penandatangan kerjasama antar RS UNAIR dan PT. Nusantara Medika Utama. (Foto: Tunjung Senja Widuri)

Acara dilanjutkan dengan sesi materi yang disampaikan oleh dr. Daniek S., M.Kes selaku Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Surabaya dan dr., Tri Pudyasmarawati, Sp. PD selaku dosen Fakultas Kedokteran UNAIR.

Dalam kesempatan itu dr. Daniek menyampaikan materi pencegahan penyakit HIV/AIDS dan peminimalisiran meluasnya penyakit HIV/AIDS, utamanya pada usia produktif.

“Di Surabaya angka usia produktif mencapai angka 50 persen. Sehingga perlu pengawasan dan penanganan lebih intens,” tambah dr. Daniek.

Sesi materi diakhiri oleh dr., Tri Pudyasmarawati, Sp. PD dengan materi “Penatalaksanaan Sindroma Wasting pada infeksi HIV/AIDS”.  Ia menjelaskan bahwa Sindroma Wasting erat kaitannya dengan mortalitas. Sindroma Wasting merupakan kondidsi khas yang timbul pada AIDS berupa penurunan berat badan, demam, diare, kelemahan berkepanjangan. (*)

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu