REKTOR UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih SE., M.T., Ak., CMA., (dua dari kanan) hadir sebagai Co-Chair dalam Rapat JWG (Joint Working Group) Sister State Australia Barat-Jawa Timur di Perth pada Senin (10/12). (Foto: Istimewa)
REKTOR UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih SE., M.T., Ak., CMA., (dua dari kanan) hadir sebagai Co-Chair dalam Rapat JWG (Joint Working Group) Sister State Australia Barat-Jawa Timur di Perth pada Senin (10/12). (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga terus mendorong kolaborasi dan kerja sama lintas negara dengan universitas-universitas terbaik, juga pihak pemerintah, di dunia. Baik dengan kawasan, Asia, Eropa, Timur Tengah, maupun kawasan Australia. Salah satunya disepakati UNAIR bersama pemerintah Jawa Timur dengan Australia Barat pada awal Desember 2018.

Dalam rangka wujud implementasi kerja sama Sister State antara Pemerintah Australia Barat dan Provinsi Jawa Timur, Delegasi Universitas Airlangga dan Provinsi Jawa Timur melaksanakan rapat strategi dengan delegasi Pemerintah Australia Barat pada Senin, 10 Desember 2018. Kerja sama yang disepakati itu bertajuk Western Australia East Java Universities Consortium (WAEJUC).

Kerja sama yang terjalin tersebut melibatkan 10 PTN (perguruan tinggi negeri) di Jawa Timur dengan 5 universitas di Australia Barat. Universitas dari Australia Barat itu meliputi University of Western Australia, Murdoch University, Edith Cowan University, Curtin University, dan Notredame University.

Pertemuan yang dilaksanakan di Perth itu dibuka oleh Direktur Eksekutif Departemen JTSI (Jobs, Tourism, Science, & Innovation), Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Perth, Australia. Sementara itu, Universitas Airlangga hadir dalam pertemuan tersebut sebagai co-chair yang mewakili 10 PTN di Jawa Timur. Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih SE., M.T., Ak., CMA., hadir langsung dalam pertemuan tersebut.

Terkait dengan pertemuan itu, Prof Nasih menyampaikan bahwa partisipasi Universitas Airlangga dalam rapat strategi tersebut berfokus pada kerja sama di bidang riset, pengembangan sumber daya manusia, dan kesejahteraan sosial. Pembahasan mengenai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terkait pendidikan tinggi turut disampaikan oleh rektor Universitas Airlangga.

”Universitas Airlangga terus mendorong upaya kerja sama dan kolaborasi dengan semua pihak sebagai upaya bersama-sama mengembangkan sumber daya manusia melalui penyediaan pendidikan tinggi yang baik. Terutama dengan pengembangan bidang riset,” ujarnya.

RAPAT strategi dengan delegasi Pemerintah Australia Barat pada Senin (10/12) yang bertajuk Western Australia East Java Universities Consortium (WAEJUC). (Foto: Istimewa)
RAPAT strategi dengan delegasi Pemerintah Australia Barat pada Senin (10/12) yang bertajuk Western Australia East Java Universities Consortium (WAEJUC). (Foto: Istimewa)

Perlu diketahui, di samping itu, ada pula pembahasan mengenai pendidikan inklusif yang disampaikan oleh kepala Divisi Jejaring Global dan Komunikasi, Airlangga Global Engagement. Sedangkan, pembahasan mengenai kesejahteraan sosial memusatkan pada pembaharuan kontrak antara Autism Association of Western Australia dengan beberapa pihak dari Kota Surabaya. Termasuk di dalamnya adalah Universitas Airlangga pada tahun 2019.

Upaya semacam itu bakal terus didorong UNAIR. Mengingat, UNAIR sebagai world class university yang tengah menarget capaian masuk jajaran 500 top world class university pada 2020. Selain itu, UNAIR sebagai salah satu kampus terbaik Indonesia memiliki amanah mewujudkan kualitas pendidikan yang setara dan mampu berkiprah di kancah dunia. (*)

 

Penulis: Mustagfiroh Yusuf/ Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone