WORKSHOP program Mandarin Chinese Teacher Training Workshop pada Januari 2018 di Ruang 302, Lantai 3, Kantor Manajemen UNAIR. Kali ini agenda kedua digelar di RuanG Sidang Pleno, Lantai 3, Kantor Manajemen Kampus C. (Foto: Feri Fenoria)
WORKSHOP program Mandarin Chinese Teacher Training Workshop pada Januari 2018 di Ruang 302, Lantai 3, Kantor Manajemen UNAIR. Kali ini agenda kedua digelar di RuanG Sidang Pleno, Lantai 3, Kantor Manajemen Kampus C. (Foto: Feri Fenoria)
ShareShare on Facebook5Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Program penguatan student outbound ke kawasan Asia, khususnya Taiwan, kembali diadakan Universitas Airlangga. Salah satu wujudnya adalah program Mandarin Chinese Teacher Training Workshop. Khususnya memberikan fasilitas penguatan kebahasaan bagi mahasiswa dengan menyediakan pengajar bahasa Mandarin sesuai dengan kurikulum Taiwan.

Pada 2018 ini, program tersebut memasuki agenda kedua, sebelumnya digelar pada Januari 2018. Program yang diadakan UNAIR melalui kantor Indonesian-Taiwan Education Center untuk wilayah Surabaya di UNAIR itu kali ini menyasar guru bahasa Mandarin di Jawa Timur dan sekitarnya.

Manajer Indonesia Taiwan Education Center in Surabaya Dewi Sartika, M.Ed., menyampaikan bahwa kali ini workshop tersebut ditujukan sebagai bagian memperkuat kompetensi bahasa Mandarin yang disesuaikan dengan kurikulum Taiwan. Pada akhirnya, workshop tersebut ditujukan untuk memperkuat pusat bahasa UNAIR, terutama penguatan sumber daya pengajaran bahasa Mandarin.

”Jadi, pusat bahasa kami, ini kan sudah training kedua. Pusat bahasa itu, pada training pertama itu menghasilkan guru untuk mengajar bahasa Mandarin berkurikulum Taiwan di Pusat Bahasa UNAIR. Dan itu pertama di Surabaya,” ujarnya.

”Kita (workshop, Red) menggandeng Asia University, Taiwan, dan Nanyang Tecnological University (NTU) Singapura sebagai pembicara. Yakni, Prof Liu May, salah seorang professor di Asia University, Taiwan, dan Asst Prof Shiao-Yuh Chou, lecturer (2rd grade) Singapore Centre for Chinese Language, Nanyang Technological University,” tambahnya.

Menurut Dewi, workshop itu digelar selama tiga hari, yaitu pada Jum’at–Minggu (7–8/12) di Ruang Sidang Pleno, Lantai 3, Kantor Manajemen Kampus C. Kali ini, lanjut dia, dibanding tahun sebelumnya, materi untuk para guru Bahasa Mandarin itu lebih ditekankan pada metodologi pengajaran bahasa dengan menggunakan fitur-fitur teknologi. Hal itu dimaksudkan sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang pesat seperti saat ini

Sementara itu, Wakil Rektor III UNAIR Moch. Amin Alamsjah Prof. Ir. M.Si., Ph.D., dalam paparannya sangat menyambut baik workshop untuk para guru Bahasa Mandarin tersebut. Mengingat, hal itu dapat meningkatkan kemampuan dan penguasaan Bahasa Mandarin dan pengajaran kepada anak didik sekaligus sebagai bentuk pengabdian UNAIR.

”Harapannya, tentu, agar lebih banyak masyarakat yang menguasai Bahasa Mandarin, khususnya dengan kurikulum Taiwan,” katanya.

Prof Amin menambahkan, penguasaan tersebut menjadi sangat penting. Sebab, ke depan Bahasa Mandarin menjadi sangat penting bagi warga Indonesia. Mengingat, hingga saat ini, investasi China dan Taiwan di Indonesia terus meningkat.

”Banyak investasi asing dari Timur ini juga menyertakan tenaga kerja ahli dari sana. Interaksi dengan penduduk lokal dan kebutuhan komunikasi mereka menuntut kita juga harus mempelajari bahasa Mandarin ini,” imbuhnya.

UNAIR, lanjut Prof Amin, melihat perkembangan Taiwan yang luar biasa. Banyak universitas di Taiwan yang menjalin kerja sama dengan UNAIR.

”Karena itu, kami menyambut baik dan bahkan memfasilitasi Indonesia-Taiwan Education Center. Ini dengan harapan, banyak mahasiswa yang ingin tahu tentang pendidikan di Taiwan dan mungkin ingin kuliah di sana bisa terbantu,” ujarnya. (*)

 

Penulis: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook5Tweet about this on Twitter0Email this to someone