DARI kiri, Wakil Rektor III UPN Veteren Jakarta Dr. Ir. Halim Mahfud, M.Sc.; Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., K-GH., FINASIM.; dan Direktur Kemahasiswaan Dr. M. Hadi Shubhan., S.H., M.H., CN., dalam sharing yang bertajuk Benchmarking Jajaran Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama pejabat dari Direktorat Kemahasiswaan pada Kamis (6/12) di Ruang Sidang, Lantai 3, Kantor Manajemen Kampus C. (Foto: Feri Fenoria)

UNAIR Sharing Pengelolaan Kemahasiswaan dengan Kampus Bela Negara

UNAIR NEWS – Sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, Universitas Airlangga terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengelolaan yang baik. Terbukti, selama tiga tahun berturut-turut, UNAIR meraih kategori excellent dengan nilai di angka 700 poin di Malcolm Baldrige dalam bidang manajemen dan tata kelola institusi.

Karena itu, tidak sedikit kampus lain menggelar sharing pengelolaan dengan UNAIR. Salah satunya dilakukan oleh Kampus Bela Negara Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta pada Kamis di Ruang Sidang C, Lantai 3, Kantor Manajemen Kampus C.

Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., K-GH., FINASIM., turut hadir dan membuka diskusi itu. Turut hadir dalam sharing yang bertajuk Benchmarking Jajaran Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama tersebut pejabat dari Direktorat Kemahasiswaan, Pusat Informasi dan Humas (PIH), Lembaga Pengembangan dan Pelatihan Terpadu (LPPT), dan Pusat Inovasi Pembelajaran dan Sertifikasi (PIPS).

Direktur Kemahasiswaan Dr. M. Hadi Shubhan., S.H., M.H., CN., dalam pembukaannya menyampaikan bahwa Kemahasiswaan memiliki empat bidang garapan. Yakni, ormawa (organisasi kemahasiswaan); minat, bakat, dan prestatif; penalaran; serta kesejahteraan mahasiswa.

”Kesejahteraan mahasiswa ini berkenaan tentang penyediaan informasi beasiswa. Juga pengelolaan jaminan kesehatan mahasiswa seperti asuransi. Selain itu, ada bidang yang fokus pada PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa, Red),” sebutnya.

Dr. M. Hadi menambahkan, diskusi pengelolaan itu bukan dalam konteks antara satu dengan yang lain saling menggurui. Konteks sharing tersebut, lanjut dia, menjadi upaya untuk belajar dan berdiskusi bersama. Khususnya bagaimana akreditasi pengelolaan internasional UNAIR bisa dicapai.

Menanggapi pernyataan Dr. Hadi, Prof. Djoko menyambut baik diskusi tersebut. Menurut dia, upaya mewujudkan tata kelola kampus mesti didorong semua pihak, baik oleh kampus negeri maupun swasta. Baik yang sudah lama maupun yang masih baru.

Hal itu menjadi salah satu upaya bersama pendidikan tinggi untuk mewujudkan kemajuan Indonesia. Khususnya melalui penyediaan fasilitas pendidikan dengan tata kelola yang baik, efisien, dan efektif.

”UNAIR sebagai salah satu kampus yang sudah lama bakal terus berupaya menjadikan capaian baik menjadi lebih baik. Terbaru, UNAIR tiga kali meraih kategori excellent dengan nilai di atas 700 dari Malcolm Baldrige,” ujarnya.

”Capaian semacam itu akan terus didorong UNAIR. Khususnya mewujudkan target pada 2020 meraih predikat Top 500 World Class University,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UPN Veteren Jakarta Dr. Ir. Halim Mahfud, M.Sc., mewakili tim menyampaikan bahwa tujuan Benchmarking itu adalah meningkatkan kualitas kemahasiswaan dan kerja sama. Khususnya belajar pada UNAIR terkait dengan pengelolaan kemahasiswaa, kehumasan, dan kerja sama kampus.

”Selain itu, dimaksudkan untuk mengetahui lebih mendalam pengelolaan kegiatan kemahasiswaan Universitas Airlangga serta sarana prasarana yang diperlukan untuk menunjang kegiatan organisasi kemahasiswaan agar berprestasi,” katanya.

Di sisi lain, perlu diketahui, selain di bidang kemahasiswaan, dalam Benchmarking tersebut, dipaparkan pengelolaan bidang kehumasan oleh Pulung Siswantara S.KM, M.KM selaku koordinator protokol dan pelayanan publik PIH UNAIR. Juga, soal pengelolaan proposal PKM oleh Dr. Eduardus Bimo A.H, Drh., M.Kes., selaku sekretaris PIPS UNAIR. Ada pula Ketua LPPT UNAIR Drs. Eko Supeno, M.Si., yang memaparkan perihal tata kelola kerja sama di UNAIR. (*)

 

Penulis: Feri Fenoria Rifa’i