Amadea Zulfiah Azmi alumnus S1 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini memiliki segudang pencapaian yang membuat dirinya dinobatkan menjadi wisudawan berprestasi periode Desember 2018. (Ilustrasi Foto: Feri Fenoria Rifai)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Amadea Zulfiah Azmi alumnus S1 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini memiliki segudang pencapaian yang membuat dirinya dinobatkan menjadi wisudawan berprestasi periode Desember 2018. Di antaranya, berhasil mengharumkan nama prodi Pendidikan Bidan UNAIR di ajang lomba kebidanan bergengsi pada bidang debat ilmiah nasional bertajuk Scientific Debate in National Camp Midwifery Student Competition (NCMSC).

Tak tanggung-tanggung, Amadea sukses menjadi jawara nasional selama tiga tahun berturut – turut sejak 2015 – 2017. Yakni, menjadi juara I pada tahun 2015, juara III pada tahun 2016, dan kembali merebut juara I pada 2016.

“Jujur saja, saya berawal tidak ingin sama sekali bersekolah di kebidanan. Sebagai anak yang berusaha mengejar ridha bapak ibu, saya berusaha mencoba dan struggling. As I go long, saya merasakan bahwa ilmu kebidanan yang saya pelajari ini insyaAllah bermanfaat untuk saya pribadi maupun orang-orang sekitar saya,” ungkap gadis kelahiran Surabaya itu.

Dirinya mengutarakan, tidak pernah memasang target tertentu untuk menjadi mahasiswa berprestasi. Hal yang senantiasa dilakukannya ialah berusaha semaksimal mungkin dan tak henti memanjatkan doa.

“Singkatnya, melakukan hal terbaik itu tujuan, sedangkan mendapat apresiasi adalah dampak,” imbuhnya.

Perjuangan Amadea selama menempuh pendidikan tinggi rupanya bukan tanpa hambatan. Di pertengahan kuliah, ia mengaku sempat menghadapi masa sulit akibat faktor finansial. Ia pun harus memutar otak untuk mengatasi masalahnya agar dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa membebani kedua orangtuanya. Alhasil, kegigihan Amadea pun mengantarkan dirinya menjadi salah satu mahasiswa penerima beasiswa PPA.

“Berinteraksi dan bermanfaat untuk sekitar. Disamping kegiatan non akademis di kampus, semenjak semester 2 akhir, saya memutuskan untuk mengambil kesempatan menjadi tentor Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) bagi adik-adik SD dan SMP, hingga semester 7. Alhamdulillah mendapat rezeki untuk kebutuhan kuliah sehari-hari,” terangnya.

Kini, dirinya tengah fokus menjalani studi pendidikan profesi bidan serta menekuni bisnis kreasi hijab yang dirintisnya, Eluria.id. (*)

Penulis: Zanna Afia Deswari

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone