DELEGASI Universitas Airlangga dari Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meraih 3 juara dalam Agribusiness Business Plan Competition (ABPC) 2018 di Universitas Padjajaran. (Foto: Doc Pribadi)

Kolaborasi FEB dan FH di Business Plan Sabet 3 Juara Sekaligus

UNAIR NEWS – ”Bekerja ikhlas dan lillah, karena kami tahu paksaan hanya akan berdampak pada keputusasaan.” Itulah motivasi yang dibangun delegasi Universitas Airlangga dalam kompetisi Agribusiness Business Plan Competition (ABPC) 2018 yang diadakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung pada November, tepatnya Kamis–Sabtu (22–24/11).

Sebanyak lima mahasiswa dari Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil meraih tiga prestasi sekaligus. Lima mahasiswa tersebut adalah Soffan Fajar I, FH 2016; Iswandi Zulkarnain, Ekonomi Pembangunan 2017; M. Izzul Ishlah, Manajemen 2017; Ilham Haqiqie, FH 2016; Komari Aldiansyah FH 2017.

Soffan menjelaskan, tema yang diangkat  untuk lomba business plan adalah ”Disruptive Agribusiness in Era 4.0”. tema itu dpilih agar peserta yang berkompetisi mampu merencanakan sebuah bisnis yang memberdayakan petani dan peternak dengan isu disrupsi, persaingan usaha yang bergeser ke arah teknologi akibat revolusi industri 4.0.

”Soal persiapannya, timnya memiliki agenda persiapan khusus,” ujarnya.

”Jujur kami telah memiliki ide dari lama sehingga persiapan yang kami lakukan sekitar dua bulan karena harus meriset jenis bisnis yang telah ada. Tentunya, mengandung setiap unsur yang diinginkan kompetisi ini,” imbuhnya.

Soffan menegaskan, kesibukan oleh anggota tim tidak menjadi penghalang untuk terus berlatih dengan me-reschedule kegiatan yang bukan prioritas dengan semangat menjadi juara. Meski di balik semangat juara itu, ada pihak yang meragukan dan tidak mendukung timnya.

Lomba Busniness Plan itu dipilih, ungkap Soffan, karena timnya memiliki konsep yang sudah matang. Yakni, dengan mengusung aplikasi dan menciptakan prototype-nya. Dalam posesnya, tim dibantu oleh mahasiswa Institut Tekonologi Suarabaya (ITS). Delegasi UNAIR memberikan nama timnya, yaitu ”Team King Farm”.

Tak pelak, Team King Farm membukukan prestasi juara I ABPC 2018, Super Stunning (menjawab pertanyaan juri dengan baik), serta Super Out Standing (memukau) yang diraih oleh Soffan. ”Yang penting ialah relasi. Sebab, setiap elemen dibutuhkan untuk menunjang sebuah ide,” tegasnya.

Tentu dalam lomba, kendala yang dihadapi tim pasti ada, terutama soal pendanaan. Tim juga mengajukan dana di berbagai Bank, tapi hasilnya nihil.

”Lalu, kami mencoba ke Fakultas Hukum. Alhamdulillah, (FH) mau membiayai kami sampai 100 persen dengan syarat,” ungkap Soffan.

”Akhirnya kami berusaha dan bisa membuktikan keberhasilan dengan berbagai gelar juara,” katanya.

Kepada mahasiswa yang lain, Soffan mmberikan beberapa tips soal keberhasilan timnya meraih juara di Unpad. Mahasisa, termasuk kepada anak muda, diperlukan upgrade kamampuan. Termasuk memupuk rasa keingintahuan dan belajar kepada apa pun.

upgrade-lah skill dari men-challenge diri dengan tantangan. Maka timbullah semangat terbesarmu,” tuturnya. (*)

 

Penulis: Rolista Dwi Oktavia

Editor: Feri Fenoria