Asik Berkarir Hingga Sempat Tak Ingin Kuliah, Zakky Jadi Wisudawan Berprestasi FKM

UNAIR NEWS – Ahmad Zakky Multazam atau yang akrab dipanggil Zakky, mahasiswa dengan jiwa bisnis yang besar ditunjang softskill bidang desain grafis, sempat tidak ingin melanjutkan kuliah selepas SMA. Terlebih ketika dirinya telah mendapat banyak permintaan desain baik dari dalam maupun luar negeri.

Tuntutan orang tua untuk melanjutkan kuliah membawa Zakky menjadi wisudawan berprestasi Fakultas Kesehatan Masyarakat PSKU UNAIR di Banyuwangi. Zakky berhasil lulus dengan perolehan IPK 3.41 dan SKP sebesar 1.130. Tidak hanya berkuliah saja, Zakky juga mengelola beberapa bisnis kecil-kecilan untuk menambah pemasukan dan mengasah kemampuan.

“Di samping kuliah, saya juga memiliki usaha percetakan kecil-kecilan, menjadi juragan cetak, serta membina bisnis kripik mbote kepada adik binaan,” ucap mahasiswa asal Kediri itu.

Meskipun sibuk berkuliah dan berbisnis, Zakky terus mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai organisasi. Ia dipilih menjadi ketua Keluarga Mahasiswa (KM) PSDKU UNAIR di Banyuwangi (2014), menjadi bagian dari B-PHA (Banyuwangi Public Health Association) dan koordinator Broadcasting Class Sinematografi (2016), serta koordinator Advokasi INSAN GENRE Banyuwangi (2017).

Prestasi yang diperoleh Zakky tidak kalah membanggakan. Tahun 2014 ia berhasil menjadi juara I Kumite Kelas Remaja Putra Piala PANGKOSTRAD Karate Full Body Contact Tingkat Nasional di Semarang dan juara II Logo dan Maskot Contest in ASEAN Tourism Forum di Manila (2016). Selain itu, pada semester lima Zakky mengikuti program pertukaran mahasiswa Permata di Univesitas Sumatera Utara selama satu semester.

Untuk adik-adik yang kini masih menjalani perkuliahan, Zakky berpesan agar mereka tidak terlalu asik menjalani rutinitas kuliah saja. Menurut Zakky, perbedaan mahasiswa dengan siswa biasa adalah pada pola pikirnya. Untuk itu, mahasiswa juga harus memperbanyak organisasi dan berdiskusi.

“Jika hanya fokus dengan kuliah, maka kita tidak akan bisa berkembang. Perlu untuk mengasah skill dan pola pikir dengan organisasi dan berdiskusi,” pungkas Zakky. (*)

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Binti Q. Masruroh