Hezby Vierdausytha menjadi wisudawan berprestasi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga periode Desember 2018. (Ilustrasi Foto: Feri Fenoria Rifai)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS “Perjuangan saya selama menempuh studi S-1 adalah memprioritaskan pendidikan. Walaupun saya sebagai atlet dituntut untuk latihan rutin setiap hari, namun saya berusaha untuk dapat mengimbanginya.” Begitulah ungkapan semangat dari Hezby Vierdausytha, wisudawan berprestasi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga periode Desember 2018.

Wisudawan kelahiran Surabaya, 24 Januari 1997 tersebut menambakan, selama perkuliahan ia lebih banyak menghabiskan kegiatan di luar kampus. Seperti mengikuti kejuaraan pada event tingkat provinsi dan nasional cabang olahraga renang, dan berlatih di club renang Suryanaga Surabaya.

“Selain itu, saya juga ikut mendirikan UKM Airlangga Aquatic pada tahun 2016 dan menjadi sekretaris UKM tersebut. Selain menjadi pengurus, saya juga menjadi pelatihnya tahun 2016-2017. Dari situ, saya bisa berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan antar mahasiswa untuk mengharumkan UNAIR pada cabang olahraga renang,” terangnya.

Tak tanggung-tanggung, wisudawan yang akrab dipanggil Hezby ini mempunyai sederetan gelar juara renang yang cukup banyak. Prestasi terbesar yang pernah diperolehnya adalah mendapatkan 3 medali pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIV di Aceh pada tahun 2015, terdiri dari juara II renang gaya dada 50 meter, juara III renang gaya dada 100 meter, dan juara III renang estafet gaya ganti 4×100 meter.

Setelah lulus dari UNAIR, Hezby berkeinginan untuk kembali menekuni dunia renang. Selain itu, ia juga berharap dapat melanjutkan S-2 profesi psikologi di UNAIR dengan konsentrasi pengembangan bidang keolahragaan renang di Indonesia.

Tak lupa, wisudawan yang mengagumi sosok Giorgio Chiellini pemain Juventus tersebut berpesan kepada seluruh mahasiswa UNAIR. Pesannya, agar mahasiswa selalu mengasah kemampuan dengan selalu bersifat gigih dan bertanggung jawab terhadap apapun yang sedang ditekuni.

“Karena kesempatan menjadi mahasiswa tidak datang dua kali. Oleh karenanya harus dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan memprioritaskan mana yang lebih menjadi kewajiban utama,” pungkasnya. (*)

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone