Juara 1 LKTI di Solo, Egy Jadi Wisudawan Berprestasi Vakultas Vokasi

UNAIR NEWS – “Sebenarnya saya orang yang tidak terlalu menonjol di akademik maupun non akademik. Bahkan saya orangnya humoris. Tetapi ketika saya sudah menentukan pilihan, saya akan berusaha untuk melakukannya semaksimal mungkin.” Itulah ungkapan dari Egy Ramandhani, wisudawan berprestasi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) periode Desember 2018.

Wisudawan kelahiran Sidoarjo, 8 Februari 1997 itu mengaku, selama kuliah di prodi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Hiperkes) Fakultas Vokasi UNAIR, dirinya diajari arti tanggungjawab, komunikasi, kekeluargaan serta kerja sama yang dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja.

Perjuangan menuntaskan kuliah tak selalu berjalan mudah. Awalnya, Egy terkendala ketika merasakan pengalaman praktik kerja lapangan (PKL). Egy mengakui dirinya merasa gugup saat pertama kali memberikan pengarahan mengenai keselamatan kerja kepada pekerja.

“Tetapi saya tidak menyerah dan saya belajar untuk berkomunikasi di depan pekerja. Lama kelamaan saya sudah bisa dan terbiasa untuk berkomunikasi di depan orang,” terang wisudawan yang pernah aktif di HIMA Hiperkes itu.

Pengalaman PKL itu diangkat Egy dalam kompetisi lomba karya tulis ilmiah (LKTI) IOSH Summit Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Competition 2017 dan menjadi juara satu dalam kompetisi tersebut. Dia mengambil tema tentang penerapan budaya kerja sehat, dan menamainya dengan aplikasi SEGOMIMIK atau senam ergonomis dan musik. KTI itulah yang kemudian mengantarkannya menjadi wisudawan berprestasi.

“Jadi itu (SEGOMIMIK, Red) dilakukan sesaat sebelum pekerja istirahat. Gerakan senamnya sederhana. Seperti gerakan salat, tetapi manfaatnya akan sangat baik bagi tubuh jika dilaksanakan secara berkelanjutan,” terang wisudawan yang sedang bekerja di PT Wilmar Gresik tersebut.

Tak lupa, Egy berpesan untuk mahasiswa UNAIR yang sedang menempuh kuliah. “Jangan sia-siakan waktu anda di kuliah hanya belajar atau bermain saja, jika ada kesempatan atau kegiatan yang sekiranya positif untuk dilakukan entah itu HIMA, BEM, UKM atau kegiatan di luar kampus yang diminati sebaiknya coba untuk dilakukan. Karena waktu kuliah ini menentukan kehidupan anda selanjutnya saat masuk ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Binti Q. Masruroh