Mahasiswa MYMA meraih juara pada Pekan Hukum Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Ke-7 yang berlangsung pada 23-26 November lalu. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook9Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Mahasiwa Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengharumkan nama kampus. Kali ini, prestasi itu dicetak dalam ajang lomba debat yang digelar oleh Universitas Islam Negeri Kalijaga Yogyakarta. Kompetisi itu bertajuk Pekan Hukum Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Ke-7 yang berlangsung pada 23-26 November lalu.

Tim debat FH UNAIR diwakili oleh 5 mahasiswa dari Badan Semi Otonom (BSO) Masyarakat Muda Yuris Airlangga (MYMA) yaitu Xavier Nugraha (2015), Vincentia Sonia (2016), dan Cindy Cendhani (2017) sebagai speaker. Dan Nirwana Rahma Safura (2016) bersama Eka Yunita Sari (2016) sebagai tim riset.

Pekan Hukum PSKH Ke-7 ini diikuti oleh 16 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Beberapa universitas tersebut antara lain Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Brawijaya, dan beberapa perguruan tinggi lain.

Kompetisi debat ini sedikit berbeda dengan lomba debat pada umumnya karena diawali dengan pembuatan esai dengan tema demokrasi sebagai permulaan. Setelah melalui tahap esai, dalam tahap penyisihan, tim UNAIR cukup kesulitan karena sudah harus menghadapi universitas besar. Seperti Universitas Muhammadiah Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Negeri Semarang.

Belum lagi salah satu speaker, Xavier Nugraha, sedang mengikuti lomba debat di Universitas Negeri Semarang. Sehingga, hanya Sonia dan Cindy serta tim riset yang menyiapkan konsepnya. Sementara Xavier hanya ikut membahas selama satu minggu terakhir. Namun akhirnya tim UNAIR dapat memenangkan penyisihan dengan victory point 3 vs 0 di setiap pertandingan pada penyisihan.

Pada babak semifinal, tim UNAIR kembali menghadapi saingan berat, yaitu rival berat tim debat dari region timur yang sama, Universitas Brawijaya (UB), Malang. Dalam babak perdebatan yang sengit itu, tim UNAIR berhasil mengalahkan tim dari UB dengan victory point 4 vs 1. Dalam babak final tim UNAIR harus menghadapi tim Muhamadiah Jakarta dengan mosi “Amandemen UUD 1945 melalui Referendum”.

Dalam babak final tersebut, tim UNAIR cukup kesuliatan karena mendapatkan posisi pro, di mana melawan status quo yang ada. Namun, solidaritas dan kekompakan menjadi senjata tim UNAIR dalam membentuk argument yang sistematis sehingga menghantarkan tim UNAIR memenangkan babak final dengan victory point 7 vs 0.

Selain mendapatkan juara 1 dalam perlombaan tersebut, tim UNAIR, yaitu Xavier Nugraha juga berhasil mendapatkan penghargaan sebagai best speaker.

“Sangat terkejut dan bersyukur ketika diumumkan nama saya keluar sebagai best speaker. Sangat tidak terduga,” tutur Xavier ketika diwawancara.

Diraihnya juara 1 dan best speaker dalam dalam Pekan Hukum PSKH Ke-7 tersebut, menutup akhir semester dengan 4 kali juara 1 dan 4 kali best speaker dalam semester ini oleh BSO MYMA. (*)

Penulis: Tim FH UNAIR

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook9Tweet about this on Twitter0Email this to someone