Novitasari memperoleh predikat sebagai wisudawan terbaik S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) periode Desember 2018. (Ilustrasi Foto: Feri Fenoria Rifai)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Kecintaan Novitasari terhadap ekonomi Islam telah muncul sejak duduk di bangku SMA. Maka tak heran, saat kuliah, belasan prestasi yang sebagian besar lomba karya tulis ilmiah dan debat ekonomi ia raih. Tak hanya itu, ia berhasil lulus dengan IPK cumlaude 3,7 dan memperoleh predikat sebagai wisudawan terbaik S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

“Saya kuliah, organisasi dan kepanitiaan mahasiswa, dan kerja part time,” terang gadis kelahiran Surabaya, 9 November 1995 itu.

Dari berbagai kompetisi yang diikuti, yang paling berkesan menurutnya adalah meraih Juara II kompetisi debat oleh Kementerian Pertahanan RI tahun 2012. Selain itu, masih di bangku SMA, ia berhasil meraih juara I penulisan esai Smada Muslim Competition.

Gadis asal Surabaya ini mengaku, dengan mengikuti lomba debat wawasan yang ia miliki semakin bertambah. Serta, ia dapat sekaligus belajar tentang sudut pandang lain yang bisa membuat pribadi menjadi lebih bijak dalam menghadapi apapun.

Alumnus SMA 5 Surabaya itu mengaku tak memiliki kendala berarti selama menjalani proses perkuliahan. Salah satu perjuangannya adalah dalam membagi waktu.

Lulus dengan perediklat wisudawan terbaik dan mengantongi rentetan prestasi membanggakan tentu tak dimiliki banyak mahasiswa pada umumnya. Mengenai hal ini, Novita berpesan agar mahasiswa dapat memanfaatkan waktu sebaik-bainya saat berada di bangku perkuliahan.

“Kalau bisa jangan pasif di kampus, berteman dgn banyak teman dan ikuti banyak kegiatan karena semuanya bakal bermanfaat buat hari kita di kampus dan hidup kita insya Allah,” ujar gadis yang mengikuti International Student Exchange di Universiti Malaya pada Februari-Juni 2018 itu.

“Kuliah di UNAIR itu enak. Banyak orang pinternya. Jadi bisa belajar banyak. Anak-anak juga pada semangat-semangat gitu kuliahnya, jadi kita bisa berkembang dengan baik di lingkungan itu. Dosen-dosennya juga ngajarnya enak. Over all lingkungannya bagus. Tinggal kita aja yang pinter nyari temen dan nyari kesempatan yang bagus,” paparnya. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone