SUASANA Seminar”Yuk Donasi Saham” yang digelar mahasiswa Magister Manajemen UNAIR kelas MM-50A sebagai upaya memajukan Pasar Modal Indonesia serta mengenalkan Pusat Pengendalian Dana Sosial (PUSPAS) Universitas Airlangga kepada mahasiswa dan alumni pada Rabu (28/11) di Aula Fadjar Notonegoro, Lantai 3, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kampus B UNAIR. (Foto: Istimewa)
SUASANA Seminar”Yuk Donasi Saham” yang digelar mahasiswa Magister Manajemen UNAIR kelas MM-50A sebagai upaya memajukan Pasar Modal Indonesia serta mengenalkan Pusat Pengendalian Dana Sosial (PUSPAS) Universitas Airlangga kepada mahasiswa dan alumni pada Rabu (28/11) di Aula Fadjar Notonegoro, Lantai 3, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kampus B UNAIR. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Berbicara mengenai investasi, Kini pasar modal hadir di Indonesia sebagai salah satu alternatif wadah berinvestasi bagi masyarakat Indonesia. Namun, masih terdapat beberapa hal yang menghambat masyarakat Indonesia untuk memutuskan berinvestasi di pasar modal. Di antaranya, persepsi bahwa berinvestasi membutuhkan dana yang besar dan hanya dapat dilakukan oleh masyarakat yang berpendapatan menengah ke atas.

Sejalan dengan semangat memajukan Pasar Modal Indonesia serta mengenalkan Pusat Pengendalian Dana Sosial (PUSPAS) Universitas Airlangga kepada mahasiswa dan alumni, maka mahasiswa Magister Manajemen UNAIR kelas MM-50A menyelenggarakan Seminar ”Yuk Donasi Saham”, pada Rabu (28/11) di Aula Fadjar Notonegoro, Lantai 3, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kampus B UNAIR.

Dalam pungkas Dr. Wisudanto, SE., MM., CFP, bahwa penggalangan dana dalam bentuk saham tersebut dipilih agar dana yang terkumpul tidak menjadi dana idle. Dengan harapan berjangka panjang, dana yang dikelola PUSPAS untuk pendidikan (beasiswa, student exchange, dan pengembangan softskill), kegiatan riset dan pengembangan, pembangunan infrastruktur, serta aktivitas sosial di UNAIR tersebut memiliki nilai tambah. Baik bagi PUSPAS maupun kampus dan masyarakat umum.

Mengapa harus berinvestasi?

Kepala Kantor BEI Jawa Timur Dewi Sriana Rihantyasni SE.,MM menjelaskan, berinvestasi itu harus. Sebab, itu menjadi proteksi terhadap gejolak inflasi, yaitu melindungi kekayaan, peningkatan nilai kekayaan yang akan datang, dan mengantisipasi ketidakpastian pendapatan pada masa yang akan datang.

Dewi menegaskan, berinvestai saham di pasar modal memiliki manfaat tersendiri berupa, capital gain, yaitu keuntungan dari selisih harga jual dengan harga beli. Lalu, corporate action, terdiri atas dividen, saham bonus, stock split, buy back, dan right issue. Kemudian, RUPS, diundang dalam rapat umum pemegang saham.

“Maka, kami bekerja sama dengan perguruan tinggi agar BEI bisa mengenalkan dunia pasar modal di UNAIR. Seperti halnya, KSPM (Kelompok Studi Pasar Modal),” katanya.

Sementara itu, Dr. H. Leo Herlambang, SE., MM menambahkan bahwa terbentuknya harga saham di pasar modal Indonesia sama seperti mekanisme terbentuknya harga barang dan jasa di pasar konvensional pada umumnya. Khususnya, yang disebabkan karena permintaan dan penawaran.

Ternyata jual beli saham di pasar modal itu sama seperti jual beli di pasar tradisional. Ada barang, ada penjual, ada pembeli, dan adanya kesepakatan harga. Jadi, dia berharap dalam pembelian saham usahakan produk yang digunakan setiap hari.

”Investai saham itu aman. Saham itu bukan judi. Dan, saham itu tidak mahal dimulai dengan 50k bisa membeli saham. Maka, siapkan diri Anda di era milenial ini menjadi Investor untuk jadi pemilik saham,” tegasnya. (*)

 

Penulis: Rolista Dwi Oktavia

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone