Suhailah Hayaza menjadi wisudawan terbaik S2 Fakultas Sains dan Teknologi periode Desember 2018. (Ilustrasi Foto: Feri Fenoria Rifai)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Selama menjalani kuliah S2, Suhailah Hayaza atau yang kerap dipanggil Ella berhasil menjadi penerima beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dari Dikti. Dengan beasiswa tersebut, Ella dituntut untuk harus menyelesaikan S2-nya dalam kurun waktu 1.5 hingga 2 tahun.

”Alhamdullillah, saya bisa menjawab tuntutan tersebut dengan lulus dalam kurun waktu 14 bulan,” ucap mahasiswa program studi biologi tersebut.

Menurut Ella, menerima beasiswa PMDSU tidaklah mudah. Terlebih, mahasiswa S2 di Universitas Airlangga juga diharuskan untuk memiliki publikasi minimal 1 paper. Momen tersusah yang sempat dialami Ella adalah ketika dirinya duduk di semester II. Saat itu dia harus melakukan analisis hasil penelitian, menyiapkan sidang tesis, dan menulis paper untuk publikasi dalam waktu kurang dari dua bulan.

It was crazy, but totally worthed! InsyaAllah hasil tidak akan menghianati usaha,terang Ella.

Tesis yang ditulis oleh Ella berjudul Aktivasi Anti Kanker Polisakarida Okra (Abelmoschus esculentus L) berdasarkan Pertumbuhan dan Apoptosis Sel Kanker Hati Huh7it serta Aktivasi Sel Natural Killer secara In Vitro. Tesis tersebut membahas efek ekstrak tanaman okra, dalam hal ini ekstrak raw polysaccharide terhadap sel kanker hati berupa kultur sel Huh7it.

Ella berharap, ekstrak tersebut dapat menunjukkan respons yang baik sebagai agen antikanker. Yaitu dengan melakukan penghambatan terhadap pertumbuhan kanker itu sendiri serta peningkatan kinerja sistem imun sel non-kanker.

”Subhanallah, hasilnya sangat menarik dan insyaAllah topik ini akan saya lanjutkan untuk disertasi saya nanti,” ujarnya.

Meski fokus pada perkuliahan dan penelitian, Ella juga menyempatkan diri untuk membantu bisnis mukenah bordir milik orang tua. Selain itu, dia aktif mengikuti seminar atau konferensi ilmiah di dalam maupun di luar negeri. Pada awal November kemarin, Ela berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mempresentasikan hasil risetnya di symposium yang diadakan oleh Universiti Malaya.

”Saya juga merupakan salah satu affiliate member dari Organization for Women in Science for the Developing World (OWSD) yang merupakan bagian dari UNESCO,tuturnya.

Saat ini Ella menyiapkan laporan akhir tahun pertama PMDSU untuk diberikan ke Dikti dan Uji kualifikasi S3. Ke depan, Ella berharap dapat meraih gelar PhD. (*)

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Feri Fenoria Rifai

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone