Adi Wisnu Nugroho donobatkan sebagai wisudawan berprestasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis periode Desember 2018. (Ilustrasi Foto: Feri Fenoria Rifai)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS

“Saya pernah juara I debat bahasa Inggris pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) tahun 2016 dan memenangkan ASEAN+3 University Network (ASEAN+3 UNet) Logo Competition,” tutur Adi Wisnu Nugroho dengan bangga.

Awal tahun 2018, mahasiswa Manajemen angkatan 2014 tersebut dinobatkan sebagai pemenang ASEAN+3 Unet Logo competition yang diikuti oleh 93 peserta, dengan pendaftar sebanyak 152 dari 9 negara ASEAN.

Atas prestasinya itu, Wisnu mendapatkan menghargaan berupa uang tunai senilai 800 US Dollar atau setara dengan 10.810.810,8 Rupiah Indonesia beserta sertifikat pengakuan dari  ASEAN+3 UNet.

“Prestasi memiliki arti yang luas. Pencapaian apapun pada saat kuliah dapat dikategorikan sebagai prestasi,” tambahnya.

Selain kegiatan perkuliahan, Wisnu turut menjadi bagian dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR periode 2015 dan 2016. Wisnu juga sempat tergabung di Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UNAIR yang memiliki target meningkatkan ranking UNAIR di titik 500 World Class University.

Tahun 2017 hingga sekarang, Wisnu turut aktif dalam membangun komunitas baru yang digagas bersama rekan dari UNAIR yang bernama Lingkar Sinergi. “Saya juga tengah menjalankan bisnis bersama teman saya sejak 2015,” tambahnya.

Mengaku harus adaptasi dengan perkuliahan karena lintas jurusan, Wisnu mengakhiri kuliahnya dengan IPK yang membanggakan yaitu 3,72. Rencananya, setelah lulus ia akan mencari pekerjaan serta mengambil sertifikasi atau kursus untuk meningkatkan kompetensi.

“Saat ini hanya memiliki gelar saja tidak cukup untuk berkompetisi di dunia pekerjaan,” ucapnya.

Wisnu menambahkan, saat memasuki kuliah mahasiswa dituntut untuk mengeksplorasi dirinya sendiri dengan memberanikan diri keluar dari zona nyaman. Dengan mencoba hal baru yang positif seperti mengikuti ormawa, lomba, dan penelitian dengan dosen dapat memberikan hard skill dan soft skill yang tidak didapat ketika di dalam kelas. Serta, insight tentang seperti apa dunia di luar sana. (*)

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone