Beberapa dosen berkunjung ke salah satu stan mahasiswa yang menampilkan produk E-Ganci. (Foto: Khefti Al Mawalia)
ShareShare on Facebook99Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Seiring dengan adanya teknologi dan dunia usaha yang semakin dinamis, mahasiswa dituntut untuk semakin aktif dan adaptif dengan perkembangan zaman. Untuk itu, memenuhi tugas salah satu mata kuliah yakni kewirausahaan, mahasiswa Magister Keperawatan angkatan 10 Universitas Airlangga menggelar bazar produk dan jasa, Senin (03/12).

Bazar dengan tema “Project Based Learning Kewirausahaan” itu dimeriahkan oleh mahasiswa dan dosen fakultas keperawatan. Kemeriahan bazar berlangsung di halaman Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, Kampus C.

Ketua program studi magister keperawatan ikut berkunjung untuk melihat dan menilai produk yang dihasilkan oleh mahasiswa. Di antara produk itu adalah NerShirt, GaLau Tes, Grenma, Detox RenQ, E-Ganci, dan Gisela. Bazar kewirausahaan ini turut dihadiri oleh ketua program studi magister Dr. Tintin Sukartini., Skp. M.Kes, sekretaris program studi, Dr. Retno Indarwati., S. Kep. Ns., M.Kep, dan departemen maternitas Dr. Mira Triharini., S.Kp., M.Kep.

Jumain, S. Kep., Ns selaku ketua panitia kewirausahaan mengatakan, kegiatan ini merupakan pengembangan inovasi wirausaha untuk menambah finansial mahasiswa. Menjadi wirausaha tidak melulu membutuhkan modal yang besar. Melainkan, adanya kemauan yang kuat dan konsisten dalam melihat peluang.

“Harapan kami, dengan terselenggaranya kegiatan ini mahasiswa tidak hanya bergerak di dunia kerja saja. Melainkan juga berwirausaha dalam menawarkan jasa kesehatan atau produk olahan kesehatan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” terang Jumain.

Lebih lanjut, Jumain menyebutkan, mahasiswa harus membangun pola pikir dengan menyeimbangkan keduanya.

Dr. Tintin Sukartini.,Skp. M.Kes, selaku dosen sekaligus ketua program turut membuka pameran kewirausahaan ini. Ia menyebutkan, perawat harus memiliki jiwa enterpreneur.

Salah satu stan mahasiswa dengan produk masker kulit dikunjungi dosen. (Foto: Khefti Al Mawalia)

“Enterpreneur bukan hanya ia yang menjual produk, melainkan juga ia yang menawarkan jasanya untuk merawat. Misalnya orang tua lansia,” tuturnya.

Antusias mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ini sangat besar. Hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa yang berkunjung di beberapa stand sekaligus ikut mengonsultasikan dan mencoba beberapa jasa dan produk. Seperti bekam, periksa gula darah, masker, dan foot detox. Selanjutnya, acara ini dimeriahkan oleh penampilan akustik para mahasiswa untuk meramaikan suasana. (*)

Penulis: Khefti Al Mawalia

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook99Tweet about this on Twitter0Email this to someone