SEJUMLAH delegasi dari berbagai negara berfoto bersama dalam kegiatan bertajuk World Universities Association for Community Development (WUACD) Kick-off Meeting Universitas Airlangga pada Jum’at (30/11) di Aula Amerta, Lantai 4, Kantor Manajemen Universitas Airlangga Kampus C. (Foto: Feri Fenoria)
SEJUMLAH delegasi dari berbagai negara berfoto bersama dalam kegiatan bertajuk World Universities Association for Community Development (WUACD) Kick-off Meeting Universitas Airlangga pada Jum’at (30/11) di Aula Amerta, Lantai 4, Kantor Manajemen Universitas Airlangga Kampus C. (Foto: Feri Fenoria)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga terus berupaya memperlebar kiprah kontribusinya sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik Indonesia di kancah internasional. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan Universitas Airlangga melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM).

Universitas Airlangga menginisiasi pembentukan World Universities Association for Community Development (WUACD) pada Jum’at (30/11) di Aula Amerta, Lantai 4, Kantor Manajemen Universitas Airlangga Kampus C. Pembentukan itu mulai diwujudkan dalam kegiatan bertajuk WUACD Kick-off Meeting Universitas Airlangga.

Pembentukan tersebut didasari kesepakatan bahwa interaksi akademik dengan rekan-rekan di luar negeri memiliki peran yang signifikan terhadap pengaruh sosial dan ekonomi dalam urusan dunia. Karena itu, untuk mengakomodasi wacana pengembangan masyarakat, Universitas Airlangga dengan bangga menginisiasi dan mengumumkan Asosiasi Perguruan Tinggi Sedunia untuk Konferensi Pengembangan Masyarakat dengan tema besar ”Pengembangan Masyarakat: Tantangan dan Peluang Regional”.

WUACD atau Asosiasi Universitas Dunia untuk Pengembangan Masyarakat akan sepenuhnya diintegrasikan ke dalam Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN), Jepang, Korea, Cina, Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika.

Terdapat empat pilar utama. Yakni, WUACD untuk Peningkatan Kesehatan Anak; WUACD untuk Pembangunan Sosial dan Ekonomi Miskin; WUACD untuk Pengembangan Pendidikan Marjinal; dan WUACD untuk Masalah Lingkungan.

Karena itu, pertemuan itu digelar. Tujuannya adalah yang pertama untuk memulai pembentukan World Universities Association for Community Development (WUACD). Kedua, untuk mengintegrasikan antar universitas di dunia untuk pengembangan masyarakat. Dan, ketiga untuk mempersiapkan dan melaksanakan program pengembangan atau penjangkauan masyarakat yang dikolaborasikan antar universitas untuk setiap negara.

Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Muhammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., ditemui pada sela-sela acara menyampaikan bahwa inisiasi pembentukan WUACD ini didasari fakta-fakta yang ada selama ini. Khususnya kemunculan dan adanya problem-problem di dunia yang masih perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak. Mulai adanya problem dari individu, sosial kemasyarakatan, hingga akibat pembangunan dan kemajuan teknologi.

”Gampangnya, dunia masih banyak menghadapi problem. Ada penyakit, ada kelaparan, ada kemiskinan, ada penganguran, dan ada problem terkait dengan global warming. Ada macem-macem,” ujarnya.

Atas realitas-realitas itu, menurut Prof Nasih, problem-problem tersebut tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan keterlibatan setiap unsur terkait dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di setiap negara.

”Menanganinya harus bareng-bareng sehingga tercipta sinergitas,” tuturnya.

Jadi, terang Prof Nasih, WUACD dibentuk untuk menawarkan upaya penanganan masalah secara bersama-sama. Khususnya menjawab bagaimana agar penanganan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat itu dapat diselesaikan secara lebih efektif dan lebih efisien.

Sementara itu, Sekretaris WUACD Dr Pratiwi Soesilawati, drg., M.Kes., PA(K) menyampaikan bahwa WUACD bakal menjadi satu badan baru di Universitas Airlangga yang mengunggulkan kegiatan community service atau pengabdian masyarakat internasional.

Kick-off meeting-nya, inisiatornya adalah universitas Airlangga,” ujarnya.

Hal itu menjadi upaya menjadikan Universitas Airlangga sebagai center kegiatan community development di beberapa negara, khususnya di lima benua. Dalam kegiatan kick-off atau peluncuran tersebut, hadir delegasi dari 18 perwakilan, dari lima benua. Ada dari benua Australia, Amerika, Afrika, Asia, dan Eropa.

”Kita nanti akan melakukan berbagai kegiatan community development. Dengan Airlangga (Universitas Airlangga, Red) sebagai center atau inisiatornya,” sebutnya.

WUACD diharapkan mampu meningkatkan jumlah peserta inbound dan outbound. Baik untuk kalangan dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa. Harapannya, nanti di setiap negara yang ber-partner dengan Universitas Airlangga, ada science technopark Universitas Airlangga.

Selain jadi ruang riset, hal itu menandai kehadiran dan keaktifan UNAIR dalam upaya turut menyelesaikan problem dunia. Pada akhirnya, hal itu turut membawa UNAIR sebagai pelopor community development di dunia.

”Peserta juga begitu antusias. Sejumlah negara juga sudah mengirimkan undangan serta akan segera mengirimkan dosen dan mahasiswanya ke UNAIR. Bahkan sejak Januari, dari Malaysia sudah melayangkan undangan untuk kita (UNAIR, Red) datang ke sana,” katanya.

Di sisi lain, salah seorang delegasi bernama Syeikh Samman Ahmad Hasanain dari Al-Azhar Mesir mengungkapkan antusiasmenya terhadap inisiasi kegiatan tersebut. Dia mengakui besarnya kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan problem-problem masyarakat di setiap negara. Kolaborasi dan keaktifan setiap pihak bakal mempermudah upaya penyelesaian problem-problem itu.

”Ini sangat baik, semoga ke depan kolaborasi semacam ini, kerja sama semacam ini bisa diperkuat dan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat terdekat dan dunia. Terutama dalam upaya menyelesaikan problem di setiap negara,” katanya. (*)

 

Penulis: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone