Salah satu guide menerangkan koleksi senjata Museum Sejarah dan Budaya UNAIR. (Foto: Fariz Ilham Rosyidi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Untuk pertama kalinya, Museum Sejarah dan Budaya Airlangga mengadakan pameran di Hall Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) pada kamis siang (29/11). Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari mata kuliah museologi (permuseuman, Red).

Edi Budi Santoso, S.S., M.A., selaku dosen museologi mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengenalkan Museum Sejarah dan Budaya Airlangga ke khalayak umum, khususnya mahasiswa UNAIR.

“Sejak dibuka tahun 2016, banyak mahasiswa yang belum tahu koleksi yang kita miliki. Jadi lewat kegiatan ini kita bisa mengenalkannya,” terang pembina Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah tersebut.

Lebih lanjut, Edi menegaskan jika kegiatan ini untuk menunjukkan eksistensi museum sebagai tempat edukasi, hiburan, dan penelitian. Oleh karenanya, pameran kali ini mengusung konsep edutainment, yakni gabungan antara edukasi dan entertainment.

“Secara tidak langsung, museum mempunyai kepentingan keduanya. Yakni untuk pengenalan warisan budaya. Fungsinya, agar masyarakat semakin paham dan punya rasa tanggung jawab untuk melestarikan peninggalan pendahulu kita,” tegasnya.

Sebagai sarana pengenalan, mahasiswa yang mengambil mata kuliah museologi juga turut dilibatkan. Edi berujar, peranan mahasiswa dibutuhkan untuk mendeskripsikan objek sejarah yang ada di Museum Sejarah dan Budaya UNAIR kepada pengunjung.

Salah satu mahasiswa membaca caption yang tertera di masing-masing benda sejarah. (Foto: Fariz Ilham Rosyidi)

“Mereka mengenalkan dan menjelaskan benda-benda yang ada di museum, seperti alat-alat kesehatan, senjata-senjata, lukisan, manuskrip, dan bebatuan,” jelasnya .

Sementara itu, Dita Reista, salah satu guide pameran, berujar, sudah 75 pengunjung yang hadir dalam pameran museum tersebut.

“Antusiasme pengunjung dari tadi bagus. Kebanyakan dari mereka sih bilang unik. Bahkan ada juga pengunjung yang datang dari (fakultas, Red) psikologi dan FISIP,” jelas mahasiswa ilmu sejarah angkatan 2017 tersebut.

Perlu diketahui, Museum Sejarah dan Budaya Universitas Airlangga terbuka untuk umum. Memiliki koleksi benda kuno sekitar 102 buah, arsip lebih dari 200 buah, dan beberapa jurnal serta majalah lama yang berasal dari sumbangan alumni dan donatur. (*)

Penulis : Citizen journalism mahasiswa Ilmu Sejarah UNAIR

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone