YSEALI Academic Fellowship Bawa Reno Albra Rasakan Belajar di AS  

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
RENO Albra saat berada di Universitas Brown. (Foto: Istimewa)
RENO Albra saat berada di Universitas Brown. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tak berhenti melangkah, Reno Albra, mahasiswa manajemen angkatan 2014 ini, terus berkarya. Setelah sebelumnya pernah meraih prestasi beasiswa penuh ke Fontys International Business School, Belanda, dan beberapa beasiswa lainnya, kini Ksatria Airlangga yang satu ini lolos Young South East Asia Leadership Initiative (YSEALI), Academic Fellowship- Economic Development.

Beasiswa yang diselenggarakan oleh US Departement of State, Bureau of Educational and Cultural Affair, itu membawanya merasakan suasana berkuliah di Universitas Brown dam Study Tour di Amerika Serikat. Reno mengungkapkan kesan pertamanya menginjakkan kaki di salah satu kampus terbaik di dunia. Sangat Amazing ungkapnya saat dihubungi UNAIR NEWS. 

Brown University memberikan inspirasi-inspirasi baru dan semangat baru. Terlebih, arsitektur yang klasik memberikan pengalaman yang unik selama di sini,” tutur Reno.

Pasalnya, Universitas Brown merupakan universitas anggota dari Ivy League atau asosiasi kampus yang memiliki reputasi akademis tinggi di Amerika Serikat. Termasuk, kampus tersebut memiliki pendapatan keuangan terbesar di dunia.

Bersama 20 orang peserta lainnya, Reni menjalani Tematic Class sesuai dengan tema programnya, Economic Development, saat pagi sampai sore dan Sit in Class sesuai minat, bergabung dengan kelas reguler ketika sore sampai malam. Secara khusus di Sit In Class itu, Reno mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai strategic investment, analysis model, dan Econometrics.

Reno menjelaskan, Universitas Brown punya sistem open curriculum. Jadi, mahasiswa tidak mendaftar sebagai mahasiswa fakultas, tapi mahasiswa brown. Seperti Sit in Class yang dijalani penerima beasiswa YSEALI lainnya, mahasiswa di sini diberi kebebasan untuk mengeksplor potensi mereka di fakultas manapun.

”Dengan sistem seperti itu, fenomena mahasiswa salah jurusan tidak relevan di sini serta melalui aspek lainnya universitas ini melahirkan tokoh berdampak besar di dunia seperti Nadiem Makarim, CEO Gojek, dan Jim Yong Kim, Director World Bank,” ucap Reno.

Tak hanya merasakan berkuliah di Universitas Brown, Reno dalam study tour-nya berkesempatan mengunjungi musium dan berkuliah singkat di Yale University dan Harvard University. Menjadi pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan.

Reno mengungkapkan kesannya selama mengikuti program. Menurut dia, kampus tersebut sangat besar karena orang-orang di dalamnya dapat bertanggung jawab terhadap diri mereka sendiri. Walaupun UKT yang dibayarkan tinggi, mereka tetap merapikan piring dan gelas dan menaruhnya di tempat yang khusus.

”Sebab, karakter itu dibangun, tidak dibeli. Uang bisa habis, namun karakter itu abadi,” tuturnya  pada akhir. (*)

 

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu