NAUVAL Witartono, salah satu pemain tim futsal UNAIR PSDKU peraih predikat Top Score di ajang Warrior Championship UNAIR. (Foto: Ragas)
NAUVAL Witartono, salah satu pemain tim futsal UNAIR PSDKU peraih predikat Top Score di ajang Warrior Championship UNAIR. (Foto: Ragas)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Nauval Witartono, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2017 Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga di Banyuwangi berhasil mengharumkan nama PSDKU di UNAIR Surabaya. Pasalnya, dia berhasil meraih predikat top score di ajang Warrior Championship UNAIR (WCU) yang diumumkan pada Minggu (25/11).

WCU sendiri merupakan kompetisi futsal di lingkup UNAIR sebagai pengganti Rektor Cup. Diikuti 15 fakultas dan dilaksanakan sejak 21–25 November 2018 di Gor Futsal Indoor Kampus C UNAIR.

Dengan enam gol, Nauval berhasil membawa tim futsal putra PSDKU menempati juara grup A mengalahkan FH (Fakultas Hukum), Fpsi (Fakultas Psikologi), dan FKG (Fakultas Kedokteran Gigi), serta berhasil bertahan hingga perdelapan final.

”Saya merasa sangat senang dan bangga dengan tim futsal saya ini. Meskipun yang mendapatkan predikat top score adalah saya, tetapi sejatinya kita semualah yang merasa menang. Karena, futsal adalah permainan tim, sedangkan saya hanya kebetulan sebagai eksekutor gol,” tutur Nauval.

Dia juga berpesan dengan adanya prestasi baru itu semoga mampu memompa semangat anggota tim futsal UNAIR dan komikat (komunitas minat dan bakat) di UNAIR PSDKU untuk menciptakan prestasi baru.

”Semoga dengan adanya pretasi baru di futsal ini, mampu membuat teman-teman tim futsal lain untuk lebih semangat latihan. Bahwasanya jika latihan kita tuntas hasilnya juga akan memuaskan. Dan untuk komikat lainnya lebih bersemangatlah, ciptakan dan harumkan nama UNAIR PSDKU kita ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Yunus Yovia Rohman, ketua komikat futsal UNAIR PSDKU menambahkan bahwa bersyukur atas prestasi yang diraih tim futsal tersebut. ”Alhamdulillah ini merupakan sejarah bagi tim futsal PSDKU. Karena, jujur saja ini merupakan prestasi terbaik selama kurang lebih empat tahun komikat futsal berdiri,” ujarnya.

Tidak bisa dimungkiri lagi, kampus kecil di ujung timur Jawa yang masih berumur belum genap lima tahun tersebut dirasa masih kekurangan SDM. ”Meskipun kami di sini merasa kekurangan SDM, tapi kami bertekad untuk menciptakan SDM sendiri. Jumlah mahasiswa kami satu kampus di Banyuwangi masih kalah dengan jumlah mahasiswa satu fakultas di UNAIR Surabaya,” imbuh Yunus.

Tekad yang kuat tim futsal UNAIR untuk berprestasi dan mengikuti berbagai kompetisi mulai lingkup universitas, kabupaten, hingga Jawa-Bali, akhirnya pecah di WCU. Berhasil bertahan hingga perdelapan final, menduduki posisi teratas di grup A, hingga mendapatkan predikat top score merupakan kebanggan tersediri bagi tim.

Sebagai ketua komikat futsal yang mendekati masa domisioner, Yunus berpesan kepada kepengurusan komikat futsal selanjutnya untuk menjaga asa dan dahaga berprestasi. Dalam berbagai event dan tingkat.

”Semoga kepengurusan selanjutnya mampu berprestasi lebih daripada kepengurusan saya saat ini. Dan juga harus ditingkatkan lagi komitmen seluruh anggota tim futsal agar lebih mudah dalam menciptakan prestasi,” pungkasnya. (*)

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone