Penyampaian materi oleh perwakilan dinas koperasi dan UMKM, Jumat (23/11). (Foto: Rhanty Saffanah Dewi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sukses melaksanakan sosialisasi produk olahan daging dan biji papaya pada kelompok tani oleh mahasiswa baru pada Minggu (28/10), prodi Akuntansi UNAIR kampus Banyuwangi melanjutkan sosialisasi cara pemasaran produk melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sosialisasi itu diberikan pada Kelompok Tani Desa Macan Putih, Kabat, Banyuwangi, pada Jumat (23/11) berlokasi di Balai Desa Macan Putih.

Mengusung tema ‘Peningkatan Potensi Lokal Menuju Revolusi Industri 4.0’, kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilakukan bertahap.

Awalnya kegiatan dikhususkan hanya bagi mahasiswa baru. Dirasa potensial, prodi akuntansi di Banyuwangi memberikan dukungan penuh untuk kegiatan pembinaan lanjutan dengan melibatkan dosen dan mahasiswa semester tiga dan lima.

Fakhri Muhammad Fajar ketua pelaksana kegiatan menuturkan, sasaran pengabdian tidak hanya kelompok tani, melainkan ada ibu-ibu PKK sebagai pemasar produk nantinya. Serta, kepala desa selaku penanggungjawab nantinya.

Materi yang disampaikan adalah mengenai usaha mikro oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyuwangi, dan proses pembuatan kopi biji papaya oleh mahasiswa prodi akuntansi.

“Targetnya, kami bisa menciptakan usaha mikro berbasih potensi desa yang dikelola oleh masyarakat desa mitra,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Fakhri tersebut.

Fakhri menjelaskan, proses pembuatan kopi biji pepaya dimulai dengan membersihkan biji pepaya dengan air. Kemudian, biji dijemur seharian. Ketika sudah kering kemudian disangrai bersama dengan bahan campuran beras hingga warnanya berubah kecoklatan.

Hasil sangrai dinginkan sebentar, kemudian di haluskan, dan kopi biji pepaya siap diseduh.

Kandungan kopi biji pepaya antara lain yaitu minyak palmitat, stearat, asam lemak tak jenuh, fosfolipid, carpaine, dan benzilisotiosinat.

“Manfaat kopi biji papaya sendiri di antaranya dapat meminimalisir risiko gangguan liver, diabetes mellitus, dan hipertensi,” tambah mahasiswa asal Kebumen tersebut.

Fakhri berharap, usai acara warga Desa Macan Putih dapat mematenkan produk khas yaitu olahan kopi biji pepaya dan memasarkan produknya secara mandiri maupun melalui UMKM.

Pemasaran produk secara mandiri dapat dilakukan mulai produksi pertama. Sedangkan pemasaran melalui UMKM akan dibantu oleh dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Banyuwangi. (*)

Penulis : Siti Mufaidah

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone