AUSCA 2.0, Apresiasi Airlangga untuk Komunitas Sosial Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ANJI ketika bernyanyi bersama LO kegiatan. (Foto: Istimewa)
ANJI ketika bernyanyi bersama LO kegiatan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (UNAIR) Kementerian Pengabdian Masyarakat sukses menggelar Seminar Nasional Airlangga Urban Social Community Award (AUSCA) 2.0 pada Sabtu (24/11) di Aula Dharmawangsa, Rumah Sakit UNAIR. Rangkaian acara dimulai pada Senin (19/11), yaitu ketika peserta finalis esai diajak untuk berkunjung ke Kapung Jolosutro guna mengimplementasikan karyanya. Pada tahun ini, kegiatan tersebut mengambil tema besar Media for Good Social Action : Innovation of Education, Media Movements, and Development of a Competitive Social Community In The Digital Era.

Seminar nasional tersebut dibuka oleh Direktur Kemahasiswaan UNAIR, Dr. M. Hadi Subhan, S.H., M.H., CN. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kegiatan AUSCA 2.0 terlebih terkait dengan tema yang dipilih mengenai media yang dikaitkan dengan gerakan sosial.

Kita ketahui bahwa media menjadi kekuatan yang luar biasa. Kita bisa menjadikan media menjadi bermanfaat atau untuk menebarkan keburukan,” ujar Dr. Hadi.

Selain itu, Galuh Teja Sakti, presiden BEM UNAIR, mengungkapkan bahwa dalam tri dharma perguruan tinggi, terdapat pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat. Jadi, nantinya, mahasiswa dituntut untuk terjun ke masyarakat mengabdian ilmu yang dimiliki. Selain itu, mahasiswa harus dapat menganalisis hal-hal yang perlu dilaksanakn untuk masyarakat.

”Pada kompetisi community development plan AUSCA, mahasiswa dilatih untuk dapat mengkaji hal apa yang perlu dilaksanakan untuk masyarakat. Khususnya masyarakat Jolosutro,” ucap mahasiswa yang akrab dipanggil Teja tersebut.

Setidaknya terdapat empat pembicara yang hadir. Yaitu, Anji, seorang penyanyi sekaligus content creator; Nur Rohim, pendiri sekolah master; Drs. Imam Syafi’I, S.H., M.H, direktur Pemberitaan dan Produksi JTV ; serta Mochamad Nur Arifin, wakil bupati Trenggalek.

Dalam kegiatan tersebut, selain memberikan materi terkait kepedulian sosial dalam sudut pandang entertain, Anji juga mengawali sesinya dengan lagu berjudul Bidadari Tak Bersayap. Tidak sendirian, Anji ditemani oleh delapan LO (Liaison Officer) kegiatan untuk menerjemahkan lagu tersebut ke dalam bahasa isyarat. Hal yang istimewa adalah para LO tersebut diajari langsung oleh Anji sendiri sebelum acara dimulai.

Selain diisi dengan pemateri, dalam acara puncak AUSCA itu, dilakukan peresmian perpustakaan yang telah dibangun BEM UNAIR sejak tahun 2017 di Kampung Jolosutro. Pada akhir acara, diumumkan pula pemenang lomba esai community development dan pemberian penghargaan kepada komunitas terpilih tahun ini.

Juara satu lomba esai tersebut berhasil diraih oleh tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) atas nama Fitri Yanti, Devin Purnawansyah, dan Pahmi Idris. Sementara itu, komunitas KOPHI dari Kalimantan Timur berhasil meraih penghargaan di bidang Lingkungan, komunitas Lingkar Pendidik dari Batam di bidang Pendidikan, Komunitas Rumah Singgah Peduli dari Jakarta di bidang Sosial Masyarakat, dan Komunitas Womenpreneur dari Surabaya di bidang Ekonomi sekaligus sebagai komunitas terfavorit.

Luthfi Akmal Muzakky, sebagai ketua pelaksana kegiatan tersebut dalam sabutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan dalam menyukseskan acara. Mulai panitia hingga seluruh peserta seminar nasional.

”Terima kasih kepada panitia, peserta, dan finalis esai, komunitas sosial yang ikut serta dalam kegiatan ini, serta seluruh peserta seminar nasional AUSCA 2.0,” ucapnya. (*)

 

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Feri Fenoria

This post is also available in: English

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu