Airlangga Talk, Ajak Mahasiswa Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Pemateri Airlangga Talk saat memberikan paparan dihadapan peserta. (Foto: Nuri Hermawan)
Pemateri Airlangga Talk saat memberikan paparan dihadapan peserta. (Foto: Nuri Hermawan)

UNAIR NEWS  – Revolusi Industri 4.0 menjadi kesempatan dan tantangan bagi generasi muda hari ini. Bagi yang siap, revolusi industri 4.0 menjadi sebuah kesempatan untuk terus berkreasi dan berinovasi. Tidak hanya itu, mereka (pemuda, red) yang siap menghadapi revolusi industri 4.0 akan menjadi pelaku utama dari geliat perubahan zaman.

Untuk itulah, sebagai lembaga pendidikan tinggi terbaik di Indonesia, Universitas Airlangga memiliki tanggung jawab yang besar untuk menyiapkan lulusan yang siap menghadapi dan turut mewarnai revolusi industri 4.0. Melalui kegiatan Airlanga Talk – TEDx Talk, UNAIR bersama TEDxJalan Tunjungan menggelar seminar dengan tema “Survive in Industry Revolution 4.0: Integreted Digital Marketing”.

Bertempat di Aula Selasar Kampus C UNAIR pada Rabu, (21/11) acara tersebut dibuka langsung oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA. Dalam sambutannya, Prof. Nasih mengatakan kegiatan tersebut merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa guna  memahami fenomena perubahan dunia yang sangat cepat. Perubahan tersebut pada umumnya dipahami oleh orang-orang sebagai dampak dari revlousi industri 4.0.

“Untuk itu, dunia pendidikan juga harus berubah, kalau tidak bisa berubah, maka tidak akan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Prof. Nasih menambahkan, perilaku masyarakat juga mengalami banyak perubahan, termasuk perilaku bisnis. Hal tersebut menyebabkan tidak mungkin lagi digunakannya ilmu dan teknologi masa lampau untuk menangani perubahan saat ini. Maka dari itu, lanjut Prof. Nasih, kegiatan tersebut menjadi momen yang tepat bagi mahasiswa untuk terus bisa memahami perubahan yang terus terjadi.

“Ini juga bagian dari respon UNAIR untuk bisa terus mengikuti perubahan zaman. Semoga dengan kegiatan ini bisa menjadi bekal untuk terus menjadi pegangan semua mahasiswa,” tambahnya.

Sementara itu, sebagai pemateri utama, Handayani yang juga Direktur Consumer Bank BRI mengusung isi paparan tentang The Evolutions of Service Industry. Dalam paparannya, alumni UNAIR tahun 1884 tersebut menceritakan, saat masa kuliahnya untuk membayar kuliah harus antre panjang di bank terlebih dahulu. Namun berbeda dengan zaman sekarang yang tidak perlu mendatangi satu titik untuk bertransaksi.

“Inilah sebuah inovasi-inovasi yang terus dikembangkan dalam pelayanan di era revolusi industri 4.0 untuk memudahkan konsumen,” ucapnya.

Di era saat ini,  tambah Handayani, di Indonesia ada Buka Lapak, Tokopedia, Traveloka, dan Go Jek, yang merupakan 4 raksasa hasil kreasi anak bangsa yang tumbuh dengan baik. Selain itu, evolusi bank dalam menjawab kebutuhan nasabah juga sangat luar biasa.

“Ke depan, peran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk terus membantu dan turut mengikuti perubahan dengan terus berkreasi,” tambahnya.

Kemudian, dalam kesempatan yang sama Dr. Tri Siwi Agustia, S.E., M.Si., selaku Ketua Pelaksana acara mengatakan bahwa mahasiswa UNAIR adalah generasi milenial yang akan siap untuk mengahadapi revolusi 4.0. Oleh karena itu, kreatiftas, sikap pantang menyerah, dan bisa terus menjadi subjek perubahan harus bisa menjadi budaya agar nantinya bisa bersaing.

“Saya harap mahasiswa jangan hanya menjadi objek tapi harus bisa mengusung ide untuk bisa dinikmati pasar,” tambahnya.

Dr. Siwi menuturkan, kerja sama dengan TEDxJalan Tunjungan menjadi salah satu upaya untuk mencontohkan bahwa banyak orang sukses yang bergerak di masing-masing bidang dalam revolusi 4.0. Revolusi 4.0 tidak hanya pada industri besar saja, tapi juga industri kecil bahkan star up juga bisa. Idenya pun tidak harus yang sulit.

“Saya yakin dengan revolusi 4.0 mahasiswa tidak gagap teknologi, tapi bagaimana smartphone yang mereka miliki menjadi upaya untuk menjadi pelaku perubahan dan karya. Jadi apa pun jasa dan kreasi mereka bisa menghasilkan rupiah,” tutupnya.

 

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu