Sesi foto dalam penyerahan penghargaan untuk delegasi UNAIR, 8-11 Novermber 2018. (Foto : Istimewa)
Sesi foto dalam penyerahan penghargaan untuk delegasi UNAIR, 8-11 Novermber 2018. (Foto : Istimewa)
ShareShare on Facebook5Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan sebuah tujuan. Usaha sering lebih penting dari pada hasilnya. Karena hal instan dalam kesuksesan tidaklah berlaku untuk mencapai yang diinginkan. Saatnya, pemuda Ksatria Airlangga mencetak juara tanpa letih dibalik bangku kuliah.

Hal itulah, membuat mahasiswa Akuntansi 2015 membawa pulang dua juara yaitu Nanda Marga Retna C.J, Arintis Wahyu Susanti, Mochammad Bachrul Ulum mampu meraih juara 1 dan Naomi Novelin V.M, Maria Gracia Donna A.P, Maria Maylinda Agatha meraih juara 3  dalam Telkom Accounting yang merupakan salah satu dari acara Telkom Accounting Fair 2018 yang dilaksanakan pada 8-11 November di Telkom University Bandung.

Alhamdulillah, bisa membawa almamater UNAIR walau dengan berlandaskan ilmu yang seadanya, tanpa disangka mampu membawakan piala bermakna,” tandas Nanda Marga, sebagai ketua tim.

Sementara itu, tiga ksatria ini sering bergulit dalam komopetisi Karya Tulis Ilmiah. Sehingga, berbagai kejuaran telah ia dapatkan seperti halnya, juara 1 Accounting Paper Competition Perbanas 2017, Juara 2 Intelligence Quiz “Ekonomi Islam” 2018 di Universitas Darussalam Gontor.

Dibalik piala yang diraih, ia harus melewati beberapa tahap. Pertama, Preliminary Online, Quarter Final Run to Post, Semifinal : Manage Point and Auction Question, dan Final. Dalam babak semifinal, manage point harus bertaruh poin untuk menjawab soal tanpa mengetahui bentuk soal, sedangkan Auction Question menggunakan system rebutan dnegan soal lelang.

Ia menambahkan, bahwa dalam kompetisi ini ada 16 tim yang lolos setelah babak Preliminary Online. Diantaranya, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Padjajaran, Telkon University, dan sejajarnya.

“Karena sibuk skripsi, sehingga dalam persiapan tidak sempat bertemu untuk sekedar belajar bahkan berdiskusi, kita hanya berpacu dengan buku referensi yang tertera dalam booklet,” tegas Nanda Marga Retna.

Ia memaparkan, terdapat hal unik dalam kompetisi tersebut ketika Run to Post yaitu mengerjakan soal akuntansi dengan game. Ada sesi yang soal bisa didapatkan secara otomatis tanpa direbut lawan keteika bisa menebak lagu tersebut (Lagu Nasional dan Daerah, -red).

Dengan harapan nyata, delegasi UNAIR ini berkeinginan bisa membanggakan orang tua. Tentunya, bisa menjadi inspirasi bagi adik-adik tingkat agar tidak mudah menyerah dan bisa memotivasinya.

Penulis: Rolista Dwi Oktavia

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook5Tweet about this on Twitter0Email this to someone