DARI Kiri AA. Gde Agung Satria Utama, SE., M.Ak., CA. (koordinator sekretaris PSDKU UNAIR Banyuwangi), Rizal Sahputra, SP. (Kepala desa Tamansari), dan perwakilan mahasiswa saat menandatangani MoU desa binaan. (Foto: Ragas)
DARI Kiri AA. Gde Agung Satria Utama, SE., M.Ak., CA. (koordinator sekretaris PSDKU UNAIR Banyuwangi), Rizal Sahputra, SP. (Kepala desa Tamansari), dan perwakilan mahasiswa saat menandatangani MoU desa binaan. (Foto: Ragas)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Peringatan Dies Natalis Ke-64 Universitas Airlangga di Program Studi di Luar Kampus (PSDKU) Banyuwangi memberikan kado istimewa bagi civitas akademika UNAIR Banyuwangi. Pasalnya, saat itu juga telah diresmikan Desa Tamansari sebagai desa binaan UNAIR Banyuwangi selama 5 tahun ke depan.

Gde Agung Satria Utama, SE., M.Ak., CA., selaku koordinator sekretaris PSDKU UNAIR di Banyuwangi membenarkan informasi peresmian tersebut. Desa Tamansari diresmikan sebagai desa binaan UNAIR PSDKU selama 5 tahun ke depan untuk memaksimalkan penerapan Tri Dharma perguruan tinggi. Khususnya, UNAIR Banyuwangi.

Nantinya Desa Tamansari dibangun bersama empat program studi yang ada di UNAIR PSDKU. Selain itu, setiap aspek pembangunannya tetap mengamalkan Tri Dharma perguruan tinggi. Di antaranya, penelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat.

”Untuk penelitian, dari tim dosen sudah sering melaksanakan penelitian di sana. Untuk pengajaran sudah dilaksanakan oleh mahasiswa melalui program kerja KM yang bernama UNAIR Mengajar,” katanya.

”Serta pengabdian masyarakat kita belum terlaksana, ke depannya tetap akan kami gali potensi yang ada,” imbuh pria yang akrab disapa Aak tersebut.

Desa Tamansari dipilih UNAIR PSDKU karena sebelumnya memang hubungan antara keduanya sudah baik. Selain itu, UNAIR PSDKU sering menggelar berbagai kegiatan di sana.

“Sebab, kami sudah sering melakukan berbagai kegiatan di sana. Karena itu, dengan sinergitas yang telah lama terhubung baik, pihak kampus ingin memanfaatkannya menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Untuk perihal keberlanjutan, pihak UNAIR PSDKU yang terdiri atas dosen bersama mahasiswa akan tetap memantau perkembangan Desa Tamansari selama 5 tahun ke depan. Sejumlah prodi dan himpunan mahasiswa (hima) turut bakal dilibatkan.

”Selama 5 tahun ke depan ini, kami tim dosen akan menggandeng KM dan Hima tiap program studi untuk melancarkan program kerja di sana. Jika dalam kurun waktu tersebut Desa Tamansari sudah cukup menunjukkan perubahan yang baik, kami akan memindah desa binaan kami ke desa lain di Kabupeten Banyuwangi,” pungkas Aak.

Kepala Desa Tamansari, Rizal Sahputra, SP., turut menyampaikan harapannya saat ditemui tim UNAIR NEWS. Kerja sama itu diharapkan mampu meningkatkan kemajuan desa. Khususnya mempu membuat Desa Tamansari lebih baik.

”Mewakili masyarakat Desa Tamansari, semoga desa kami menjadi lebih baik setelah pihak UNAIR memilih desa kami menjadi desa binaannya. Dan, kami tunggu berbagai program kerja yang tujuannya menggali potensi dari desa kami,” harapnya. (*)

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone