Prof. Retna Apasari Wakil Dekan I Fakultas Vokasi UNAIR (tengah) bersama mahasiswa magang saat di lokasi. (Foto: Istimewa)
Prof. Retna Apasari Wakil Dekan I Fakultas Vokasi UNAIR (tengah) bersama mahasiswa magang saat di lokasi. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga memberangkatkan mahasiswanya untuk magang ke luar negeri awal Nomvember lalu. Bach Mai Hospital, Hanoi, Vietnam menjadi tujuan magang kali ini. Empat mahasiswa dari prodi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan menjadi delegasi yang beruntung. Ialah, Alifatus Wahyu Nur Ma’rifah, Rizky Utami Ayuningdyah, Ayub Manggala Putra, dan Iqbal Yusuf Wicaksono, yang akan ditempatkan dibagian radiologi Bach Mai Hospital.

Ini merupakan tahun pertama Fakultas Vokasi melakukan kerjasama dengan salah satu rumah sakit besar di Vietnam itu. Magang akan berlangsung selama 3 bulan. Terhitung, sejak 5 November hingga 5 Februari 2019. Tak hanya magang, dalam kerjasama ini akan dilaksanakan penelitian yang melibatkan dua institusi yaitu Universitas Airlangga dan Bach Mai Hospital.

Seminggu di negara yang terletak di Semenanjung Indochina itu, pengalaman menarik sudah berhasil diabadikan memori. Kepada UNAIR NEWS Alifatus mengaku, kedatangannya disambut dengan shock culture. Berawal dari keterbatasan berbahasa Vietnam dan daerah-daerah di Hanoi. Tiba di Bandara mereka sempat bingung menuju apartemen yang telah dipesan karena taksi online tidak boleh masuk bandara, taksi mahal takut slimming, sedangkan bus takut kesasar.

“Setelah tiga jam menanti kami memutuskan untuk naik bus dengan modal google translate, tiga bus kami naiki dan satu diantaranya salah jurusan,” kenang Alifatus.

Masuk hari kedua, seluruh delegasi UNAIR berkesempatan bergabung dalam acara di Bach Mai Hospital bersama Kepala Program Studi Teknologi Radiologi Pencitraan dan Wadek I Fakultas Vokasi UNAIR untuk melaksanakan penandatangan MoU dan kontrak selama magang. Dilanjutkan dengan hospital tour untuk mengetahui ruangan-ruangan di rumah sakit. Kemudian dilanjutkan agenda city tour pada hari ketiga ke tempat wisata di Hanoi, salah satunya adalah di Istana Kepresidenan Vietnam yaitu Ho Chi Minh Mauseloum.

“Baru hari keempat di Vietnam kami memasuki Radiologi Bach Mai Hospital untuk melaksanakan magang. Sangat berbeda dengan Indonesia. Pasien radiologi disini bisa mencapai 2000 orang tiap harinya. Modalitas di Rumah Sakit ini juga sangat lengkap, yang mana MRI berjumlah 6, CT Scan 8, General X-ray 7, USG lebih dari 8 unit, dan ada pula unit kedokteran nuklir,” jelas Alifatus.

Sepekan melaksanakan magang di Vietnam benar-benar memberikan ilmu pengetahuan yang lebih karena para teknisi sangat antusias sharing ilmu dan berbagi pengalaman. Keterbatasan berbahasa, imbuhnya, bukan lagi kendala untuk belajar karena selalu ada media untuk menyampaikan pesan.

“Contohnya saat CT scan jantung yang bisa mencapai 30 per hari, CT Scan pembuluh darah atau angiografi yang mencapai 40-60 pasien per hari, Mammografi hingga 30 pasien per hari, dan general CT scan yang mencapai 60 pasien per hari. Kasus yang tidak ditemui di Indonesia sangat membantu delegasi UNAIR untuk belajar disana kemudian diterapkan di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Wiwik Yuni Eryanti Ningrum

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone