Perwakilan putra-putri daerah menampilkan fashion parade dalam festival kebudayaan bertajuk Festival Bineka Airlangga. (Foto: Zanna Afia Deswari)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Gempita perayaan Dies Natalis Universitas Airlangga (UNAIR) ke-64 masih belum usai. Kali ini, UNAIR mempersembahkan festival kebudayaan bertajuk Festival Bineka Airlangga. Acara yang digelar pada Sabtu (17/11) tersebut menampilkan ragam seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Hal itu sekaligus ajang bagi Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) menunjukkan eksistensi dan potensi daerah asal, sebagai representasi dari tema besar FBA, yakni Local Wisdom.

Angga Puspo Adi Negoro selaku ketua panitia FBA mengatakan, acara ini merupakan bentuk kerja sama BEM UNAIR dan Forum Mahasiswa Daerah di UNAIR (Forsida). Selama ini Ormada masih berstatus  Badan Otonom Persiapan. Untuk itu Angga berharap, kegiatan semacam ini mampu mengangkat nama masing-masing Ormada agar mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait supaya memberikan legalitas organisasi.

FBA menjadi gebyar budaya lokal terbesar yang pertama kali digelar di UNAIR dan menjadi rangkaian dari UNAIR Urban Festival Day. Meski sempat mengalami perubahan lokasi beberapa kali, Angga bersyukur acaranya kemudian mengantongi izin untuk diselenggarakan di halaman gedung Airlangga Convention Centre (ACC) Kampus C UNAIR.

Ia berharap, FBA dapat menjadi acara yang berkelanjutan ke depannya. Sebab selain mengangkat kebudayaan, kegiatan semacam ini turut memberdayakan dan menggugah kepedulian mahasiswa akan ragam kekayaan budaya bangsa.

“Yang perlu kita camkan bahwa, lambang garuda sebelum ada Indonesia, itu sudah ada yang memakainya, yaitu Raja Airlangga. Nah, kita ini kan Universitas Airlangga, jadi sesuai dengan nama acara kita, Festival Bineka Airlangga. Karena kata Bineka sendiri juga tercantum dalam lambang burung garuda (Pancasila, Red),” jelas mahasiswa statistika tersebut.

Acara dibuka dengan penampilan putra-putri daerah yang diiringi dengan Fashion Parade dari Jember Carnival. Masing-masing perwakilan mengenakan pakaian adat khas daerah yang memuat nilai filosofis tertentu.

Bukan hanya itu, acara juga dimeriahkan oleh pertunjukan Reog Ponorogo, Barongan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), perwakilan Ormada, hingga penampilan dari bintang tamu spesial, Lobito Phawak dan Letto.

Selain itu, ada pula lombo fotografi se-Jawa Timur dan Bali, dan lomba stan Ormada yang mempromosikan masing-masing produk daerah serta kearifan lokal. Panitia memberikan dua buah stiker kepada pengunjung yang hadir supaya turut memberikan penilaian untuk karya fotografi dan stan Ormada favorit. (*)

Penulis : Zanna Afia Deswari

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone