2. SEJUMLAH delegasi AYIMUN 2018 Universitas Airlangga ketika selesai mengikuti Cultural Night. (Foto: Istimewa)
2. SEJUMLAH delegasi AYIMUN 2018 Universitas Airlangga ketika selesai mengikuti Cultural Night. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Mahasiswa UNAIR mendapatkan kesempatan mengikuti Asian International Model United Nations (AYIMUN). Bertempat di Prince Palace Hotel, Bangkok, Thailand, acara itu dilaksanakan pada awal November ini (3–6/11). Adalah Ferisya Kusuma Sari, mahasiswa Teknik Biomedik 2015, sebagai salah seorang pesertanya. Saat UNAIR NEWS berkesempatan menemuinya, Ferisya menyatakan bahwa acara tersebut banyak diikuti oleh mahasiswa UNAIR.

”Ada banyak dari UNAIR. Jadi, saya juga bertemu banyak teman se-almamater. Meski, memang dalam proses seleksi kami mendaftar secara individu,” terang Ica, sapaan akrab Ferisya Kusuma Sari di kampus.

Dari UNAIR, Ica menyebutkan beberapa nama yang ikut di AYIMUN. Di antaranya, Sayyid M. Quthb, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 2016; Ahya Adristi Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) 2017; Talia Puspita Adianti Fakultas Keperawatan (FKp) 2016; Anisa Gita R Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 2015; dan Hanifah Ayu Nandasari, alumnus Fakultas Hukum (FH) 2013.

 

BACA JUGA: Tiga Mahasiswa Farmasi Langganan Juarai Kompetisi Kefarmasian

 

Ica menuturkan, proses seleksi ada dua tahap. Yakni, web registration, kemudian dilanjutkan fill the form atau mengisi formulir pendaftaran. Yang diterima kemaudian akan mendapatkan Letter Of Acceptance (LoA).

”Dalam tahap formulir secara online, saya harus mengisi, selain identitas pribadi, tapi juga pengalaman yang pernah dilakukan dan beberapa macam esai,” tutur Ica.

Esai yang harus dimasukkan adalah tulisan yang menunjukkan bahwa kenapa pengisi harus dipilih menjadi delegasi. Termasuk menjelaskan skill yang dipunyai dan menerangkan apa yang akan dilakukan jika terpilih.

Setelah mendapatkan LoA, delegasi akan dibagi menjadi beberapa council (dewan) dan country. Di AYIMUN tersebut, ada beberapa jenis council seperti WHO, UNESCO, IMF, IMO, ILO, FAO, LC, dan CC. Setelah tahu mewakili council dan country, delegasi harus membuat positioning paper yang berisi tentang argumen mereka mengenai sebuah isu sesuai peran yang didapat.

1.DELEGASI AYIMUN 2018 ketika sedang membahas isu di meeting session. (Foto: Istimewa)
1. DELEGASI AYIMUN 2018 ketika sedang membahas isu di meeting session. (Foto: Istimewa)

Banyak kegiatan yang dilakukan di sana dengan acara inti meeting session. Yakni, AYIMUN sendiri, kemudian ada city tour dan diakhiri dengan cultural night sekaligus closing ceremony.

”Acara inti, meeting session, dilakukan per-council dengan topik yang telah ditentukan. Diawali membahas isu umum hingga sub-sub topik dengan hasil akhir berupa Draft Resoultion,” katanya.

Ica mengungkapkan, bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara adalah hal yang paling berkesan. Apalagi meski sesuai dengan namanya yang mencakup wilayah asia, ternyata ada delegasi dari Afrika, Amerika, bahkan Eropa.

”Mengikuti MUN adalah pengalaman yang luar biasa. Saya sendiri tidak menyangka ternyata sangat berkesan. Pada awalnya, saya tidak tahu apa-apa menjadi tahu banyak hal dan banyak lagi yang saya dapatkan,” tuturnya. (*)

 

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone