Tim pendukung dari dua Fakultas atau Program Studi yang berbeda saat memberikan dukungan tim yang bertanding. (Foto: Ragas Bastian)
Tim pendukung dari dua Fakultas atau Program Studi yang berbeda saat memberikan dukungan tim yang bertanding. (Foto: Ragas Bastian)
ShareShare on Facebook2Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Airlangga Banyuwangi setiap tahunnya memliki ajang akbar yang selalu ditunggu. Ialah Airlangga Olympic Challenge (AIROC), pekan olah raga antar program studi yang ada di lingkungan PSDKU UNAIR Banyuwangi.

Pertandingan yang dikompetisikan pun beragam, mulai basket, futsal, bola voli, catur, badminton, senam, hingga best supporter. Seperti ajang kompetisi olah raga pada umumnya. Lagu yel-yel yang disajikan tim pendukung masing-masing prodi selalu membuat kegiatan semakin meriah. Sontak, setiap laga kompetisi dipertandingkan, gema kekompakan dan kekeluargaan antar program studi selalu terasa.

Semarak AIROC 2018. Ajang kompetisi yang menyatukan mahasiswa PSDKU Banyuwangi. (Foto: Ragas Bastian)
Semarak AIROC 2018. Ajang kompetisi yang menyatukan mahasiswa PSDKU Banyuwangi. (Foto: Zein Yusuf Sholehuddin )

Mengenai keseruan kegiatan itu, beragam mahasiswa dari masing-masing program studi memiliki kesan tersendiri. Bagi sebagian besar keluarga PSDKU UNAIR Banyuwangi, AIROC tidak sekadar kompetisi. Lebih dari itu, AIROC menjadi ajang tahunan yang menguatkan rasa silaturahmi dan menumbuhkan rasa kekeluargaan antar program studi. Nauval Witartono, mahasiswa Akuntansi menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum dengan euforia yang luar biasa.

“Perbedaan latar belakang program studi justru membuat tangan makin erat bergandengan, serta kedewasaan masing-masing program studi membuat esensi dari AIROC ini menjadi begitu berarti,” ungkapnya.

Menambahkan pernyataan Nauval, mahasiswa Akuakultur Yunus Yovia Rohman mengatakan bahwa AIROC merupakan wadah untuk semakin mengeratkan tali silaturahmi antar mahasiswa PSDKU.

“AIROC memang selalu luar biasa, goals-nya selalu tercapai, khususnya sinergitas antar angkatan, greget banget kayak gak ada batas antar angkatan, loyalitas dan totalitas tiap fakultas atau program studi tidak diragukan lagi. Dan semua membawa misi yang sama tetapi mereka dengan tekad terkuat akan menjadi juara. Sampai sudah tidak sabar saya untuk AIROC selanjutnya,” ujarnya.

Senada dengan Nauval dan Yunus, Agestin mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat sangat semangat dengan terlaksananya kegiatan AIROC. Meskipun FKM sendiri terkenal mayoritas perempuan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk berkontribusi.

“Yang ditunggu-tunggu dari AIROC yaitu keseruannya, semua angkatan bisa berkumpul, kekompakan antar angkatan otomatis bertambah, dan juga antar fakultas bisa lebih saling kenal. Namun yang pasti AIROC itu ajang pelepas lelah usai kuliah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ryan David mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan mengungkapkan bahwa AIROC merupakan ajang untuk mengaplikasikan kreatifitas masing-masing fakultas, meskipun di PSDKU tidak ada fakultas yang fokus untuk mengasah kreatifitas mahasiswa.

“Antusias teman-teman pada tahun ini saya rasa meningkat dari tahun sebelumnya, dapat dilihat dari segi kreativitas teman-teman pada saat menjadi suporter dari awal hingga pecahnya waktu penutupan AIROC 2018,” pungkasnya.

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook2Tweet about this on Twitter0Email this to someone